Biografi Orhan, Penguasa Utsmaniyah Kedua

Biografi INSPIRATIF Terkini TOKOH DUNIA Tokoh Islam

Orhan Ghazi adalah putra pendiri Kekaisaran Ottoman Osman Ghazi. Ibu Orhan adalah Malhun Hatun anak perempuan Omer Bey bangsawan dari Anatolia.

Orhan lahir pada tahun 1281, ketika kakeknya Ertugrul Ghazi meninggal.  Seperti apa sosok dan kiprah Orhan? berikut biografinya.

Awal Kepemimpinan

Setelah Osman I meninggal Orhan naik takhta sekitar usia 35 tahun menggantikan kepemimpinan ayahnya menguasai Negara Utsmaniyah kedua yang berkuasa pada 1323/4 sampai 1362.

Sesuai tradisi bangsa Turki, Orhan mengusulkan kepada saudaranya Alaeddin Ali, bahwa mereka harus berbagi kekuasaan. Namun tawaran itu tidak diterima Alaeddin, dan pada akhirnya Alaeddin menjadi wazir (menteri) pada masa pemerintahan Orhan.

Di masanya, Orhan mulai melakukan perluasan wilayah dengan menyerang kawasan barat laut Anatolia yang dikuasai oleh Kekaisaran Romawi Timur (Bizantium). Pertama, Mudanya berhasil ditaklukan pada 1321. Orhan kemudian mengirim pasukan di bawah Konur Alp ke pantai barat Laut Hitam, pasukan lain di bawah pimpinan Aqueda menuju Kocaeli, dan pasukan lain untuk menduduki pantai tenggara Laut Marmara.

Kemudian dia mengambil alih kepemimpinan Bursa hanya dengan jalur diplomatik. Komandan Romawi pelabuhan Bursa, Evronos, menjadi pemimpin pasukan berkuda Utsmaniyah dan bahkan putra dan cucunya juga bekerja di bawah Utsmaniyah dalam menaklukan berbagai daerah di Balkan.

Andronikos III, Kaisar Romawi Timur, mengumpulkan tentara bayaran untuk menghadapi pasukan Orhan. Kedua pasukan bertemu di Pertempuran Pelekanon (1329) dengan kemenangan berada di pihak Utsmani.

Kota Nicaea takluk pada tahun 1331 setelah pengepungan tiga tahun.Kota Nikomedia juga berhasil direbut pihak Utsmani pada 1337. Dengan dikuasainya Üsküdar pada 1338, wilayah paling barat laut Anatolia berada di bawah kendali Utsmani.

Pada tahun 1345, terjadi perang saudara di Kadipaten Karesi, salah satu kadipaten bangsa Turki di Anatolia saat itu, antara dua orang putra penguasa Karesi lama yang telah meninggaluntuk memperebutkan kursi kepemimpinan kadipaten tersebut sepeninggal ayah mereka. Orhan kemudian masuk ke tengah pertikaian tersebut, menghukum mati salah satu dari dua bersaudara itu dan menahan yang lain. Dengan demikian, wilayah Karesi menjadi wilayah kekuasaan Utsmani.

Dalam dua puluh tahun masa damai setelah penaklukan Karesi, Orhan memusatkan perhatiannya terhadap penataan lembaga sipil dan bersenjata yang telah diperkenalkan Alaeddin untuk menjaga kekuatan internal Utsmani. Orhan juga mewakafkan dan membangun masjid dan madrasah, juga berbagai bangunan umum. Selain itu, Orhan juga membangun hubungan pertemanan dengan Kaisar Andronikos III dan beberapa penerusnya.

Di sisi lain, perang saudara di dalam Kekaisaran Romawi Timur (1341-1347) menguras sumber daya kekaisaran. Para pasukan dari kadipaten-kadipaten Turki kerap dipanggil untuk membantu mereka di Eropa. Kaisar Ioannes VI Kantakouzenos mengakui Utsmani sebagai kadipaten terkuat di antara kadipaten Turki yang lain dan berusaha menggunakan kekuatan mereka secara permanen untuk kepentingannya.

Demi meraih tujuan itu, Sang Kaisar menikahkan putrinya dengan Orhan, meski terdapat perbedaan agama dan usia di antara mereka. Pernikahan mereka dilangsungkan dengan megah di Selymbria sebagaimana dijelaskan oleh para penulis Romawi.

Menikahi Beberapa Hatun

Pada usia 17 tahun, Orhan menikah dengan Holofira yang masuk Islam dan mengganti nama istrinya jadi Nilufer. Mereka menikah pada 1299. Nilufer merupakan anak dari penguasa Bilecik yang merupakan bawahan Romawi. Dari pernikahan Orhan dan Nilufer lahir seorang putra yang di berikan nama Murad, kemudian menjadi pemimpin Utsmani sepeninggal Orhan. Saat sepeninggal Organ Nilüfer berperan sebagai ibu suri pada masa kekuasaan anaknya. Setelah Nilüfer meninggal, Murad membangun Nilüfer Hatun Imareti (Dapur Umum Nyonya Nilüfer) pada 1388 untuk menghormati almarhumah.

Selain Nilufer, Orhan juga memiliki beberapa istri yang lainnya yaitu Theodora Kantakouzene Hatun (sekitar 1322 – setelah 1381), putri Ioannes VI, Kaisar Romawi Timur yang berkuasa pada 1347 sampai 1354. Mereka menikah pada 1346. Theodora tetap menjadi pemeluk Ortodoks setelah menikah dengan Orhan dan menjadi pendukung umat Kristen di wilayah kekuasaan suaminya. Setelah Orhan meninggal, Theodora kembali ke Konstantinopel dan tinggal bersama saudarinya, Permaisuri Helena Kantakouzene, istri Kaisar Ioannes V. Dia terakhir kali diketahui dipenjara di Galata pada masa kekuasaan Kaisar Andronikos IV pada 1379 – 1381.

Orhan juga memiliki istri ketiga bernama Eftandise Hatun, putri Mahmud Gündüz Alp, paman Orhan yang tak lain adalah sepupunya sendiri. Pernikahan ini sangat mungkin dilangsungkan untuk mengikat kesetiaan Mahmud Gündüz pada Osman.

Pada 1351, terdapat perundingan antara Orhan dan Tsar Stefan Uroš IV terkait kemungkinan persekutuan di antara mereka. Pernikahan juga direncanakan antara anak perempuan Stefan Uroš IV, Theodora, dengan Orhan atau salah satu anaknya. Namun, duta Serbia kemudian diserang oleh Despot Epirus, Nikephoros II Orsini, dan persekutuan itu tidak terlaksana, sehingga Serbia dan Utsmani tetap saling bermusuhan.

Keturunan

Dari pernikahannya dengan beberapa hatun, orhan memiliki beberapa putra dan putri.

Putra Orhan

  • Suleyman (sek. 1316 – 1357) – putra dari Nilüfer. Putra tertua Orhan. Suleyman memiliki peran besar dalam perluasan wilayah Utsmani sampai Trakia pada sekitar 1350.
  • Ibrahim (1316 – 1362) – putra dari Asporça. Gubernur Eskişehir. Dihukum mati oleh saudara tirinya, Murad.
  • Sultan (1324–1362)
  • Murad (1326 – 15 Juni 1389) – putra dari Nilüfer. Menjadi penguasa Utsmani ketiga sepeninggal Orhan.
  • Kasım (meninggal 1346) – putra dari Nilüfer.
  • Halil (1347–1362) – putra dari Theodora Kantakouzene. Saat masih kecil, Halil ditangkap oleh bajak laut Genova dan diselamatkan oleh Ioannes V Palaiologos, Kaisar Romawi Timur. Halil kemudian menikah dengan sepupunya, Irene Palaiologina, anak dari Kaisar Ioannes V dengan Permaisuri Helena Kantakouzene. Dihukum mati oleh Murad lantaran hendak merebut takhta.

Putri Orhan

  • Hatice. Menikah dengan sepupunya, Süleyman. Süleyman adalah putra Savji, putra Osman I dan saudara Orhan
  • Fatma – putri dari Asporça
  • Selcuk – putri dari Asporça

Akhir Masa Kepemimpinan

Makam Orhan

Orhan adalah salah satu pemimpin Utsmani yang memiliki usia terpanjang dan masa kekuasaan terlama. Pada 1357, putra tertua Orhan, Suleyman, meninggal setelah jatuh dari kuda.

Orhan sangat terpukul dengan kematian putranya. Pada tahun-tahun terakhirnya, dia hidup menyendiri di Bursa dan menyerahkan sebagian besar kendali negara kepada putranya, Murad.

Orhan meninggal tahun 1362 pada usia delapan puluhan tahun setelah berkuasa selama tiga puluh enam tahun. Sepeninggalnya, putranya, Murad I, mewarisi kedudukannya sebagai pemimpin Utsmani***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.