Biografi Susi Pudjiastuti, Perempuan Pertama yang Menjabat Menteri KKP

Biografi INSPIRATIF PENGUSAHA TOKOH INDONESIA Uncategorized

Susi Pudjiastuti, adalah perempuan pertama yang pernah menjadi menjabat Menteri Kelautan dan Perikananan Republik Indonesia (KKP-RI) dari Kabinet Kerja 2014-2019 .

Gebrakannya saat memimpin KKP sangat fenomenal. Selain dikenal sebagai menteri yang pro pelestarian lingkungan, Susi kerap menjadi sorotan media, karena aksinya menengelamkan kapal-kapal asing ilegal yang merampok hasil laut Indonesia.

Namanya bahkan dikaitkan dengan kata “tenggelamkan” yang mengacu kepada hukuman penenggelaman kapal-kapal asing ilegal di perairan Indonesia. Upaya ini pada akhirnya membuahkan hasil; penelitian yang diterbitkan di jurnal Nature menunjukkan bahwa kebijakan agresif Susi terhadap penangkapan ikan ilegal telah mengurangi upaya tangkap sebesar 25% dan berpotensi menambah jumlah tangkapan sebesar 14% dan keuntungan sebesar 12%.

Lalu seperti apa sosok pengusaha perikanan dan maskapai Susi Pudjiastuti? berikut biografinya..

Terlahir Dari Keluarga Peternak

Susi Pudjiastuti lahir tanggal 15 Januari 1965 di Pangandaran, Jawa Barat. Ia merupakan putri dari Hajjah Suwuh Lasminah dan Ahmad Karlan. Sebenarnya, kedua orang tua Susi Pudjiastuti adalah orang Jawa Tengah, diketahui bahwa mereka menetap di Pangandaran, Jawa Tengah. Bahkan sudah lima generasi. Keluarga Susi memiliki usaha di bidang peternakan. Sang kakek dari Susi, yaitu Haji Ireng dikenal sebagai tuan tanah di daerahnya.

Putus Sekolah Dan Mulai Berbisnis

Setelah tamat Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama, ia melanjutkan pendidikannya. Kemudian ia melanjutkan pendidikan ke SMA Negeri 1 Yogyakarta.

Pada masa SMA, Susi sangat aktif dalam berkegiatan. Salah satunya adalah aktivitasnya dalam Gerakan Golput. Ternyata, keaktifannya tersebut justru menyita waktu sekolahnya.

Sampai akhirnya ia keluar dari SMA pada kelas 2. Putus sekolah tidak membuat Susi menjadi malas dan menyerah. Ia memilih untuk menjual perhiasan miliknya.

Dari penjualan tersebut, ia berhasil mengumpulkan uang sebesar Rp. 750.000. Uang tersebut ternyata dijadikan modal oleh Susi. Rupanya ia memilih untuk terjun ke dunia bisnis setelah keluar dari sekolah.

Modal yang sudah ia kumpulkan tersebut dipakai untuk berbisnis ikan. Ia menjadi seorang pengepul atau tengkulak ikan. Susi memulai bisnisnya itu pada tahun 1983 di Pangandaran.

Mulanya, ia hanya berjualan ikan dengan menggunakan sepeda saja. Susi berkeliling pantai untuk menjual ikan. Semua hasil dan keuntungannya ia kembangkan lagi.

Berkat kegigihan dan kepintarannya dalam berbisnis, pada tahun 1996 Susi berhasil mendirikan sebuah pabrik. Ia mendirikan pabrik pengolahan ikan. Pabrik tersebut ia beli nama PT. ASI Pudjiastuti Marine Product.

Produk unggulan dari pabrik tersebut adalah lobster dengan merek “Susi Brand”. Semakin lama, bisnis pengolahan ikan milik Susi tersebut semakin berkembang.

Pada mulanya, ia berbisnis di satu wilayah saja. Setelah itu ia mulai mengembangkan ke wilayah lain. Tidak hanya sampai situ, bahkan dari satu daerah ke daerah lain. Sampai pada akhirnya ia berhasil menembus pasar Asia dan Amerika.

Perkembangan bisnisnya tersebut membuatnya membutuhkan transportasi yang lebih lagi. Hal itu untuk kepentingan produk hasil lautnya. Supaya tetap segar dan cepat sampai.

Pada tahun 2004, Bank Mandiri mempercayainya dan memberikan pinjaman dana kepadanya. Pada saat itu, Bank Mandiri meminjamkan dana sebesar USD 4,7 juta. Angka segitu sama seperti sekitar 47 miliar.

Kemudian uang tersebut digunakan untuk membangun sebuah landasan. Selain itu, ia juga membeli pesawat Cessna Grand Caravan.

Susi memutuskan untuk membeli Cessna Grand Caravan seharga 20 miliar. Uang yang digunakan tersebut adalah uang pinjaman dari bank. Kemudian Susi mendirikan PT. ASI Pudjiastuti Aviation.

Melalui PT. ASI Pudjiastuti Aviation yang didirikannya tersebut, satu-satunya pesawat yang ia miliki tersebut digunakan untuk mengangkut hasil laut. Ia mengirimkan lobster dan berbagai ikan segar, hasil tangkapan dari nelayan di berbagai pantai Indonesia.

Ia mengirimkan hasil laut tersebut ke pasar Jakarta dan Jepang. Call Sign yang digunakan pesawat Cessna tersebut adalah Susi Air.

Kiprah Susi Saat Tsunami Aceh

Pada saat itu, terjadi bencana tsunami di Aceh. Kemudian Susi memutuskan untuk mengirim pesawatnya kesana. Ia berniat untuk membantu para korban tsunami tersebut.

Pada tanggal 27 Desember, pesawat milik Susi mendarat pertama kali di Meulaboh. Kemudian keesokan harinya mendarat lagi dengan membawa bahan-bahan makanan dan berbagai kebutuhan. Seperti beras, mie instan, air, tenda dan lain lain.

Pada saat itu, ia hanya berniat untuk membantu para korban. Pesawatnya itu digunakan untuk mengangkut sandang dan pangan untuk para korban. Akan tetapi, dibalik niat mulianya tersebut, Susi mendapatkan balasannya.

Ketika hendak kembali, ternyata banyak lembaga non-pemerintah yang memintanya tetap berpartisipasi dalam recovery di Aceh. Mereka ingin membayar sewa dari pesawat tersebut. Setelah itu, sekitar sekitar 1,5 tahun pesawat tersebut bekerja di Aceh. Rupanya, hasil dari 1,5 tahun tersebut bisa membuat Susi membeli pesawat lagi.

Tidak hanya sampai disitu. Melalui hal itu, nama bisnis Susi semakin berkembang. Peristiwa tersebut membuat Susi mengubah arah bisnisnya.

Ketika bisnis ikan sedang mengalami penurunan, Susi memutuskan untuk menyewakan pesawatnya. Pesawat yang semula digunakan untuk mengangkut ikan, ia sewakan untuk misi kemanusiaan.

Selama tiga tahun berjalan, perusahaan penerbangan tersebut semakin berkembang. Bahkan telah memiliki total 14 pesawat. 4 pesawat ada di Papua, 4 pesawat ada di Balikpapan, Sumatera dan Jawa.

Bisnisnya tersebut terus berkembang. Sampai perusahaannya memiliki total 32 pesawat Cessna Grand Carravan, 1 pesawat Diamond star, 9 pesawat Pilatus Porter, dan 1 pesawat Diamond Twin Star. Saat ini, Susi Air sudah mengoperasikan 50 pesawat terbang dengan berbagai jenis.

Kemudian pada tahun 2008, ia mulai menhembangkan bisnis aviasinya. Susi membuka sekolah pilot yang bernama Susi Flyung School. Melalui PT. ASI Pudjiastuti Flying School.

Menjadi Menteri Perempuan Pada Masa Kabinet Kerja 2014-2019

Susi Pudjiastuti menjadi menteri perempuan pertama kementrian kelautan dan perikanan. Pada tanggal 26 Oktober 2014, ia ditetapkan sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan dalam Kabinet Kerja Joko Widodo dan Jusuf Kalla.

Akan tetapi, sebelum dilantik Susi melepaskan semua posisinya. Posisi di perusahaan penerbangan Susi Air dan beberapa posisi lain yang ia jalankan. Termasuk sebagai Presiden Direktur di PT. ASI Pudjiastuti, yang bergerak di bidang perikanan.

Susi juga meninggalkan posisinya di PT. ASU Pudjiastuti Aviation yang bergerak pada bidang penerbangan. Hal itu dilakukannya supaya menghindari konflik kepentingan di antara dirinya sebagai pemimpin bisnis dan sebagai menteri.

Selain itu, alasan lain ia melepas semua jabatannya adalah supaya ia dapat bekerja secara maksimal di pemerintahan. Khususnya pada bidang perikanan dan kelautan.

Penghargaan

Susi Pudjiastuti mendapatkan banyak penghargaan. Di antaranya adalah sebagai berikut :

  • Purwa citra Priangan Award untuk Peningkatan Kehidupan Nelayan dari Pikiran Rakyat
  • Pelopor Wisata dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat. – Tahun 2004
  • Pelopor Ekspor Ikan Laut dari Gubernur Jawa Barat. – Tahun 2005
  • Young Entrepreneur of the Year dari Ernst and Young Indonesia. – Tahun 2005
  • Primaniyarta Award for Best Small & Medium Enterprise Exporter 2005 dari Presiden Republik Indonesia. – Tahun 2006
  • Penghargaan Metro TV Bidang Ekonomi – Tahun 2006
  • Inspiring Woman 2005 dan Eagle Award dari Metro TV, Indonesia. – Tahun 2006
  • Tokoh Wanita Inspiratif Penggerak Pembangunan, dari Gubernur Jawa Barat. – Tahun 2008
  • Saudagar Tatar Sunda dari Kamar Dagang dan Industri Jawa Barat. – Tahun 2008
  • Berprestasi Award dari PT Exelcomindo. – Tahun 2009
  • Sofyan Ilyas Award dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. – Tahun 2009
  • Indonesian Small & Medium Business Entrepreneur Award dari Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia. – Tahun 2010
  • Ganesha Widyajasa Aditama Award dari ITB. – Tahun 2011
  • Penghargaan untuk Prestasi Inovatif, Kepemimpinan Luar Biasa dan Signifikan Kontribusi untuk Ekonomi, APEC. – Tahun 2011
  • People of The Year 2013 dari Koran Sindo. – Tahun 2014
  • Person of The Year 2014 dari Warga Kota Solo. – Tahun 2015
  • Kanjeng Ratu Ayu (KRAY) Susi Pudjiastuti Ningrat, dari Keraton Surakarta Hadiningrat. – Tahun 2015
  • Perempuan Pertama yang Menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan, dari Museum Rekor Indonesia (MURI). – Tahun 2015
  • Penghargaan Perempuan Jawa Barat, dari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI Jawa Barat). – Tahun 2015
  • Penghargaan 10 Nopember dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS Surabaya). – Tahun 2015
  • Tokoh Publik Inspirasional Tahun Ini, Public Relation Award and Summit, dari Serikat Perusahaan Pers. – Tahun 2016
  • Leaders for a Living Planet Award dari WWF, sebagai penghargaan atas perannya dalam memajukan pembangunan sektor perikanan yang berkelanjutan, pelestarian alam laut, dan pemberantasan pencurian ikan. – Tahun 2016
  • Doktor Honoris Causa oleh Universitas Diponegoro. – Tahun 2016
  • Peter Benchley Ocean Awards. – Tahun 2017.
  • Seafood Champion Award dalam acara Seaweb Seafood Summit yang diselenggarakan di Seattle, Washington, Amerika Serikat. – Tahun 2017
  • The BBC 100 Women. – Tahun 2017
  • Doktor Honoris Causa bidang keilmuan management dan konservasi sumberdaya kelautan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS Surabaya) Tahun 2017
  • Srikandi Nekat Award dari Yayasan Retno Sekar Budoyo. – Tahun 2018
  • Creative & Innovative Person of the Year: Indonesia Choice Awards. – Tahun 2018
  • Penghargaan 10 Nopember dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS Surabaya). – Tahun 2015
  • Tokoh Publik Inspirasional Tahun Ini, Public Relation Award and Summit, dari Serikat Perusahaan Pers. – Tahun 2016
  • Leaders for a Living Planet Award dari WWF, sebagai penghargaan atas perannya dalam memajukan pembangunan sektor perikanan yang berkelanjutan, pelestarian alam laut, dan pemberantasan pencurian ikan. Tahun 2016.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.