Biografi Ruqaiya Sultana Begum, Permaisuri Terlama Kesultanan Mughal

Biografi Kesultanan SELEB Terkini TOKOH DUNIA

Film Jodha dan Akbar pasti sudah tidak asing lagi bagi penggemar Bollywood, kisah yang terinspirasi dari kisah cinta Permaisuri Jodha dan Raja Akbar.

Namun kali timĀ  biografi.co.id akan mengulas sosok Ruqaiya Sultana Begum, permaisuri pertama dari raja Jalaluddin Muhammad Akbar.

Terlahir Dari Keluarga Kesultanan Mughal

Ruqaiya Sultana Begum terlahir di Afghanistan pada 1542 sebagai putri Mughal. Apabila dirunut silsilahnya, ia adalah sepupu Kaisar Akbar sendiri, Ruqaiya Sultan Begum terlahir sebagai putri kekaisaran (Shahzadi) dan putri satu-satunya dari Abu’l Nasir Muhammad atau yang lebih terkenal dengan gelarnya Hindal Mirza.

Dikutip dari Kompas.com. Ayah Ruqaiya, Hindal Mirza, adalah putra bungsu Kaisar Mughal pertama, Babur, sekaligus adik dari Humayun, ayah Akbar. Sedangkan ibu Ruqaiya adalah Dildar Begum, putri Muhammad Musa Khwaja dan adik Mahdi Khwaja, yang merupakan ipar Kaisar Babur. Ruqaiya dinamai seperti putri Nabi Muhammad, Ruqaayyah binti Muhammad.

Permaisuri Mughal

Pada 20 November 1551, Hindal Mirza meninggal dalam pertempuran membela Kaisar Humayun. Pertempuran itu merupakan perang saudara dengan saudara tiri mereka, pasukan Kamran Mirza. Sultan Humayun pun diliputi kesedihan atas kematian adik bungsunya, begitu juga Ruqaiya.

Untuk menunjukkan kasih sayangnya, Humayun menjodohkan Ruqaiya, yang masih berusia sembilan tahun, dengan putranya, Akbar. Pertunangan itu dilaksanakan di Kabul, Afghanistan, tidak lama setelah penunjukan Akbar sebagai Gubernur di Provinsi Ghazni pada 1551.

Pada pertunangan itu, Humayun memberikan hadiah berupa kekayaan, tentara, dan pengikut dari Hindal dan Ghazni. Lima tahun setelah pertunangan atau pada 1556, Mughal didera ketidakpastian karena meninggalnya Humayun.

Ruqaiya yang berada di Kabul kemudian bergerak ke Punjab dan bergabung dengan Akbar beserta anggota perempuan dari keluarga kaisar. Setelah itu, keduanya melangsungkan pernikahan di dekat Jalandhar, Punjab, pada 1556.

Setelah Akbar naik takhta Kesultanan Mughal pada 1556, Ruqaiya pun resmi menjadi permaisuri.

Sepanjang pernikahannya, Ruqaiya tidak memiliki keturunan. Ia akhirnya mengasuh cucu kesayangan Akbar, Khurram, yang lahir pada 1592 dan nantinya menjadi penguasa Mughal kelima.

Khurram adalah putra Jahangir, putra Akbar dari Mariam uz Zamani, yang dianggap membawa keberuntungan menurut tanda-tanda astrologinya. Ruqaiya kemudian mengasuh Khurram dengan penuh kasih sayang hingga menginjak usia 14 tahun atau sampai 1606.

Setelah Akbar meninggal pada 1605, Khurram baru diperbolehkan kembali ke orang tuanya. Selain Khurram, Ruqaiya juga mengasuh Parhez Banu Begum, putri pertama Akbar dari Kandahari Begum.

Ruqaiya Sultan Begum adalah permaisuri pertama Kaisar Jalaluddin Akbar atau Akbar Agung, penguasa ketiga Kesultanan Mughal di India. Ia adalah istri pertama dari Kaisar Akbar. Ia juga merupakan Permaisuri Mughal yang paling lama menjabat dengan masa jabatan selama 49 tahun.

Ia menjadi permaisuri selama kurang lebih 48 tahun (1557-1605), menjadikannya permaisuri terlama di Kesultanan Mughal.

Ruqaiya memainkan peran penting dalam negosiasi penyelesaian antara suami dan anak tirinya, Jahangir, ketika hubungan ayah-anak berubah memburuk pada awal 1600-an, akhirnya membantu Jahangir untuk naik tahta.

Meninggal

Posisi Ruqaiya sebagai permaisuri terbilang sangat aman dan dapat bertahan hingga hampir lima dekade karena garis keturunannya.

Seperti diketahui, ia memang terlahir sebagai putri Mughal. Oleh karena itu, meski tidak memiliki keturunan, Ruqaiya tetap menjadi sosok berpengaruh bahkan setelah Akbar meninggal dan posisi kaisar digantikan oleh Jahangir.

Ruqaiya meninggal di Agra pada 1626 di usia 84 tahun, atau 20 tahun setelah meninggalnya Kaisar Akbar. Ia kemudian dimakamkan di Taman Babur yang berada di Kabul, Afghanistan. Taman Babur merupakan lokasi makam dari ayahnya, juga kakeknya, Kaisar Babur.

Makamnya dibangun atas perintah anak angkatnya, Kaisar Mughal kelima, Shah Jahan atau Khurram***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.