Ads Top

Syech Kiramatulla Ungku Saliah, Cerita Dibalik Foto Rumah Makan Padang


Saat berkunjung ke rumah-rumah makan Padang, biasanya kita akan menemukan sebuah foto seorang kakek yang dipajang di rumah makan tersebut.

Pada awalnya, beberapa orang akan mengira bahwa foto tersebut merupakan foto dari pemilik restoran. 

Faktanya, foto tersebut adalah seorang ulama yang dikenal di wilayah Pariaman bernama Ungku Saliah.

Tidak banyak yang mengulas biografi tentang Ungku Saliah, tapi dalam biografinya Ungkuh Saliah memiliki nama asli Syech Kiramatulla Ungku Saliah. 

Beliau lahir sekitar tahun 1887 dan dikenal sangat memperhatikan rakyat miskin. Sejak umur 15 tahun, Ungku Saliah mendalami ilmu agama dengan ulama Syekh Muhammad Yatim Tuangku Mudiak Padang di Surau Klampaian Ampalu Tingi. 

Tak hanya itu, ia juga berguru kepada beberapa tokoh agama yang ada di Pariaman.

Dengan bekal ilmu agama yang banyak itulah, kemudian ia diberi gelar tuangku, dengan gelar Saliah atau Soleh sebagai pelengkap gelarnya sebagai ulama tarekat.

Kini, masyarakat Sungai Sariak yang berprofesi sebagai pedagang umumnya memasang foto Ungku Saliah di warung mereka. 

Dengan memasang foto tersebut, para pedagang meyakini bahwa foto itu dapat mendatangkan rezeki. 

Foto ini juga merupakan strategi datang yang berguna untuk menarik pelanggan dalam berjualan.

Semasa hidupnya, dari cerita orang-orang tua dulu dan pengikutnya, Ungku memiliki keistimewaan khusus layaknya wali Allah. 

Bila ada yang minta obat kepada Ungku Saliah terkadang beliau hanya mengambil sembarangan apa yang tampak di depan matanya. 

Seperti misalnya daun, rumput, batu atau yang lainnya. Ajaibnya benda-benda yang diambilnya mujarab jadi alat penyembuh.

Cerita lain yang beredar adalah soal kehebatan Angku dalam memecah raga. Ungku disebut-sebut bisa menghadiri acara beberapa tempat yang berbeda di waktu yang bersamaan. 

Dan cerita yang paling dikenang oleh orang-orang tua adalah beliau pernah melempar batu kerikil saat air bah datang di sebuah kampung, air bah tersebut berbelok arah dan tidak jadi mengenai kampung.

Ungku Saliah wafat 3 Agustus 1974 di Sungai Sariak, Pariaman. Makamnya dibuat gobah yang sampai sekarang tetap dikunjungi oleh para penziarah.

Para pengagum dan orang-orang yang mengetahui cerita serta seluk beluk beliau pun ikut mengkramatkan foto beliau. Fotonya pun sering dijadikan 'jimat pelaris' dagangan.

"Ungku tuh sakti. Inyo bisa mahilang. (Ungku itu sakti, dia bisa menghilang)" cerita Doni (32) pemilik rumah makan Padang di Pesakih, Kalideres, Selasa (6/5) saat diminta keterangan mengenai foto Ungku Saliah yang terpajang di dinding Kedai Nasinya.

Doni merupakan salah satu pengagum dan penganut ajaran dari Ungku Saliah dan berasal dari Pariaman. 

Alasannya memajang foto Ungku saliah adalah identitas sebagai perantau orang Pariaman dan pengangum dari Ungku itu sendiri..***

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.