Ads Top

Biografi Mardigu Wowiek Prasantyo, Pengusaha Berjuluk Boss Man 'Sontoloyo


Setiap ucapan Mardigu Wowiek Prasantyo (Mardigu WP) seolah memiliki arti dan mampu menghipnotis jutaan pengikutnya, baik di Instagram maupun channel youtubenya. Si Bossman Sontoloyo ini seolah memprovokasi siapapun untuk segera bertindak.

Beberapa waktu yang lalu,  Mardigu Wowiek menjadi salah satu kata kunci yang paling banyak dicari di mesin pencari Google.  Namun yang membuat orang penasaran adalah ketikaWikipedia mendadak menghapus halaman profil Bossman Mardigu. 

Mungkin sebagian dari anda bertanya-tanya, siapa sih sebenarnya sosok yang juga dijuluki dengan mana Bossman Sontoloyo ini sampai-sampai profilnya di halaman Wikipedia sudah menghilang?
Berikut kami mengulas biografi pemilik nama lengkap Mardigu Wowiek Prasantyo.

Mardigu Wowiek Prasantyo lahir di Madiun, Tahun 1960-an, ia adalah anak dari Ayah Pensiunan Angkatan Udara, berpangkat Kapten. Mardigu Wowiek juga seorang Sarjana Psikologi dalam Bidang Criminal Mind dan Investigasi Forensik di San Fransisco State University

Mardigu WP adalah seorang businessman sukses di tanah air. Dilansir dalam situs Times Indonesia, beliau memiliki 32 perusahaan dalam skala nasional maupun internasional. 

Tidak mengherankan jika berbagai analisa yang disampaikan melalui kanal YouTube-nya, Mardigu kerap mengeluarkan pemikiran-pemikiran menarik sekaligus menuai kontroversi. Seakan mengarahkan pendengarnya, atau siapa pun yang merasa “tersindir” dalam videonya untuk segera mengambil tindakan. Topik yang dibicarakan dalam videonya pun cukup luas, mulai dari permasalahan pemerintahan di Indonesia, politik dalam dan luar negeri, geopolitik, ekonomi, hingga pandemi virus COVID-19 yang sedang melanda seluruh dunia ini.

YouTube-nya bisa menghipnotis banyak orang, analisa yang begitu luar biasa mengagumkan bak orang yang sangat berpengalaman. Membuat pendengar seakan ikut berpikir, membuka mata dan pikiran akan apa yang sedang terjadi di Indonesia, maupun kaitan Indonesia dengan politik luar negeri. 

Nama Mardigu mulai mencuat sebagai pengusaha saat Mardigu menciptakan cyronium, salah satu pilihan investasi berbasis cryptocurrency.

Dia membuatnya bersama perusahaannya yang bernama PT Santara Daya Inspiratama. Cryptocurrency adalah mata uang digital. Perkembangannya cukup pesat sejak 2015.

Lebih jauh lagi, Bossman juga dipercaya sebagai pengamat terorisme. Pada acara talk show di tahun 2010, dirinya mengaku sudah mewawancarai langsung sekitar 400-an anggota teroris. Mardigu wp juga sudah biasa menjadi narasumber yang tidak hanya menganalisa tentang terorisme, namun juga narasumber untuk kasus-kasus yang belum jelas. Interview tersebut dijalankan dalam kapasitasnya sebagai ahli hipnoterapis, yakni sebuah terapi mental, emosi, perilaku, serta pikiran yang dilakukan dalam keadaan hipnotis.

Dalam dunia pemerintahan Indonesia, Bossman ‘sontoloyo’ ini juga seorang staf ahli kementerian pertahanan yang menjabat di tahun 2014-2019. Aktif mengajar di Sekolah Tinggi Intelijen Nasional, yakni menjadi pengajar dalam satuan kopassus yang memiliki spesifikasi tugas tentang perang rahasia, termasuk dalam Badan Intelijen Negara dan Badan Intelijen Strategis. 

Pengalamannya di dalam pemerintahan silam berlandaskan pengetahuannya yang bisa dibilang sudah "di luar kepala", termasuk dalam materi geopolitik, geoekonomi, hingga geo-strategi. Ia juga termasuk orang yang meyakini bahwa segelintir orang yang punya kepentingan sedang dan terus mengendalikan dunia ini. 

Pemikirannya ini bukan tanpa bukti, melainkan berdasarkan analisa serta riset data yang begitu ciamik. Lihat saja, hobinya adalah membaca banyak buku, serta berdiskusi dengan tokoh-tokoh besar dunia.

Mengulas sosok Mardigu Wowiek bisa dibilang membutuhkan waktu yang cukup lama. Sosok yang begitu haus akan data, analisa, dan tindakan nyata ini memiliki jejak karir dalam banyak bidang. Beliau aktif menjadi seorang motivator bisnis melalui program Millionaire Mindset Bootcamp. 

Dalam situs website program tersebut, Mardigu juga disebut sebagai seorang triliuner dengan pendapatan bisnis dalam bidang minyak dan gas mencapai hingga 200 juta dollar US. Beberapa perusahaan yang dimilikinya antara lain adalah PT Empora Gaharu, PT Empora Gaharu, dan Narapatih Mind & Mental Clinic.

Terlepas dari kesibukannya sebagai pemilik usaha pertambangan minyak dan gas, Mardigu Wowiek Prasantyo jugalah seorang penulis. Bukan penulis komik atau pun kisah fiksi, melainkan karya buku yang tidak jauh-jauh dalam bidang bisnis yang digelutinya. Tercatat hingga saat ini ada 4 buku bisnis, 2 buku geopolitik dan geoekonomi, serta 1 buku aplikasi psikologi. 

Sosok yang juga seorang pendiri yayasan Rumah Yatim Indonesia dengan lebih dari 6.000 anak didik ini memang sangat gemar membaca buku-buku yang penuh ilmu, inspiratif, dan berfaedah untuk kehidupan manusia modern di era globalisasi kini. Tidak heran jika Bossman pun ikut tergerak untuk menciptaan karya buku di berbagai bidang tersebut.


Analisa yang Disuarakan

Berikut sedikit tentang analisanya yang disuarakan melalui kanal Youtube Bossman Mardigu. Baru-baru ini juga, beliau diundang dalam podcast Deddy Corbuzier. 

Keduanya membicarakan pembahasan yang cukup berat, namun dikemas menjadi mudah dicerna oleh pendengar. Termasuk soal pandemi COVID-19 yang ada banyak sekali kontroversi di belakangnya. 

• Virus Corona adalah Biological Warfare. Menurutnya, Virus Corona COVID-19 ini adalah termasuk perang biologis yang diluncurkan Amerika terhadap Cina, yang mana lanjutan dari perang dagang Cina-Amerika. Dalam videonya disampaikan bahwa Amerika dalam 10 tahun terakhir, kalah perang dagang dengan Cina. Oleh karena itu, dikerahkan virus corona sebagai “senjata biologis” tersebut.

• WHO Sudah Menjadi CHO. “World Health Organization, sudah berubah menjadi China Health Organization” begitulah celetuk seorang sahabat Mardigu WP. Berdasarkan data intelijen, Cina memanipulasi data tentang COVID-19 sejak hari pertama bersama dengan WHO. 

• Kementerian Pertahanan seharusnya menjadi garda terdepan virus corona. Bossman juga menyampaikan bahwa, dikarenakan Corona COVID-19 adalah biological weapon, Indonesia seharusnya menerapkan garda terdepan dari Kementerian Pertahanan, dilanjutkan dengan Menteri Luar Negeri, Menteri Dalam Negeri, Menteri Kesehatan, dan Menteri Sosial.

• Pemimpin Indonesia Sekarang Tidak Visioner.  Dimulai dengan menjabarkan sejarah Indonesia dengan Insinyur Soekarno yang membangun Indonesia menjadi negara terkuat di khatulistiwa. Nyatanya kini, Indonesia menjadi negara medioker, mempertanyakan apakah peraturan di tanah air ini hanya ‘pesanan’ sekelompok orang dan pebisnis asing, hingga menyebutkan hutang PLN yang mencapai 600 Triliun. 

• Jangan Kebanyakan Baca Komik Shinchan. Mardigu wp juga mengeluarkan sindiran ringan, namun cukup menampar, dengan mengatakan bahwa tokoh-tokoh penting di dunia sekarang ya tidak akan ditemukan dalam komik Shinchan. Hal ini jelas menyindir bapak Presiden Indonesia, Jokowi, yang hobi membaca komik Shinchan. Menurutnya, bagaimana mau memiliki wawasan luas akan tokoh dunia yang sekarang memiliki peran besar dalam ekonomi dan politik global, jika tidak pernah membaca tentangnya?.
***

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.