Ads Top

Biografi Jakob Oetama, Pendiri Kompas Gramedia



Kabar duka datang dari industri media Tanah Air, hari ini Rabu 9 November 2020. Pendiri Kompas Gramedia yang juga merupakan jurnalis senior Indonesia, Jakob Oetama meninggal dunia pada usia 88 tahun. Jakob Oetama tutup usia lantaran sakit stroke yang dideritanya. Untuk mengenang beliau Biografi.co.id akan mengulas biografi Jakob Oetama.

Dr (H.C) Jakobos Oetama lahir di Borobudur, Magelang, 27 September 1931 dari pasangan Margaretha Kartonah dan Raymundus Josef Sandijo. Jakob Oetama adalah wartawan Indonesia yang dikenal sebagai salah satu pendiri Surat Kabar Kompas. 

Dia pernah menjabat sebagai Presiden Direktur Kelompok Kompas-Gramedia, Pembina Pengurus Pusat Persatuan Wartawan Indonesia, dan Penasihat Konfederasi Wartawan ASEAN. 

Dia adalah penerima Doktor Honoris Causa di bidang komunikasi dari Universitas Gajah Mada dan penerima penghargaan Bintang Mahaputra Utama dari pemerintah Indonesia pada tahun 1973.


Pendidikan 

Jakob menamatkan pendidikan dasarnya di Yogyakarta dan kemudian melanjutkan ke Sekolah Menengah Atas Seminari di Yogyakarta (1951). Dia sempat bekerja menjadi guru di SMP Mardiyuwana (Cipanas, Jawa Barat) dan SMP Van Lith di Jakarta, serta bekerja sebagai redaktur Mingguan Penabur Jakarta, sebelum melanjutkan pendidikan kembali di Sekolah Guru Jurusan B-1 Ilmu Sejarah hingga tahun 1956. 

Dengan tetap mengajar Jakob kemudian melanjutkan ke Perguruan Tinggi Publisistik, Jakarta (1959) dan lulus dari Jurusan Publisistik Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Gajah Mada pada 1961.


Dari Guru Beralih ke Jurnalistik

Jakob adalah putra seorang pensiunan guru di Sleman, Yogyakarta. Karier jurnalistik Jakob dimulai ketika menjadi redaktur Mingguan Penabur tahun 1956 dan berlanjut dengan mendirikan majalah Intisari tahun 1963 bersama P.K. Ojong, yang mungkin diilhami majalah Reader's Digest dari Amerika. Dua tahun kemudian, 28 Juni 1965, bersama Ojong, Jacob mendirikan harian Kompas yang dikelolanya hingga kini. 

Tahun 80-an Kompas Gramedia Group mulai berkembang pesat, terutama dalam bidang komunikasi. Saat ini, Kompas Gramedia Group memiliki beberapa anak perusahaan/bisnis unit yang bervariatif dari media massa, toko buku, percetakan, radio, hotel, lembaga pendidikan, event organizer, stasiun TV hingga universitas. 

Selain itu, bersama dengan Jusuf Wanandi, Muhammad Chudori, Eric Samola, Fikri Jufri, Goenawan Mohamad, H. G. Rorimpandey dan Harmoko, Jakob Oetama juga ikut mendirikan The Jakarta Post, harian nasional Indonesia berbahasa Inggris.


Sepeninggal PK Ojong

Dilansir dari IDNTimes. Perjalanan Kompas bukan perjalanan mudah dan ringan. Koran ini sempat mengalami pembredelan. Namun ternyata bukan itu yang menjadi titik terberat bagi Jakob untuk memimpin Kompas dan Intisari.

Sekitar 15 tahun bekerja bersama, Jakob terbiasa mengurusi redaksi Intisari dan Kompas, sedang PK Ojong mengurusi bagian bisnisnya.

Pada 1980, Ojong meninggal dunia mendadak dalam tidurnya. Ini titik terberat menurut Jakob dalam perjalanannya.


Penghargaan

Lulus B-1 Sejarah dengan nilai rata-rata 9 kala itu, Jakob direkomendasikan untuk memperoleh beasiswa di University of Columbia, Amerika Serikat oleh salah satu pastor belanda yang mengajarnya. Itu bukan satu-satunya prestasi dan penghargaan yang diraih Jakob.

Berikut beberapa penghargaan yang sempat diraih Jakob semasa hidupnya:

The Order of Rising Sun Gold Rays with Neck Ribbon, Japan Government
Medali emas spirit jurnalisme, PWI
Ciputra World bidang sosial, Ciputra
The Indonesian entrepreneur of the year 2005, Ernst & Young
Doktor honoris causa Universitas Gadjah Mada
Lifetime Achievement Award, Bank BRI

Jakob Oetama juga menerima Bintang Utama (kelas III) dari Presiden Soeharto pada 1973, sehingga Almarhum Jakob Oetama di kebumikan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, pada hari Kamis 10 September 2020.


Riwayat Pekerjaan

• Guru SMP Mardiyuana, Cipanas (1952-1953)
• Guru Sekolah Guru Bantu (SGB), Bogor (1953-1954)
• Guru SMP Van Lith, Jakarta (1954-1956)
• Redaktur Mingguan Penabur (1956-1963)
• Ketua Editor majalah bulanan Intisari
• Ketua Editor harian Kompas
• Pemimpin Umum/Redaksi Kompas
• Presiden Direktur Kompas Gramedia
• Presiden Komisaris Kompas Gramedia


Karya Tulis

• Kedudukan dan Fungsi Pers dalam Sistem Demokrasi Terpimpin (skripsi di Fisipol UGM tahun 1962)
• Dunia Usaha dan Etika Bisnis (Penerbit Buku Kompas, 2001)
• Berpikir Ulang tentang Keindonesiaan (Penerbit Buku Kompas, 2002).
• Bersyukur dan Menggugat Diri (Penerbit Buku Kompas, 2009)


Riwayat Organisasi 

• Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI)
• Anggota DPR Utusan Golongan Pers
• Pendiri dan Anggota Dewan Kantor Berita Nasional Indonesia
• Anggota Dewan Penasihat PWI
• Anggota Dewan Federation Internationale Des Editeurs De Journaux (FIEJ)
• Anggota Asosiasi International Alumni Pusat Timur Barat Honolulu, Hawai, Amerika Serikat
• Ketua Bidang Organisasi dan Manajemen Serikat Penerbit Surat Kabar.
***

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.