Ads Top

Biografi Chris Feng, Pendiri Shopee Marketplace Nomor Satu di Asia Tenggara

Menjadi market place nomor satu di Asia Tenggara, menjadikan Shopee semakin banyak peminatnya untuk berbelanja online melalui Shopee. Siapa pendirinya dan bagaiamana perjuangan memulai shopee. Berikut ini biogragi Chris Feng pendiri sekaligus pemilik dari market place Shopee.

Meski aplikasinya sudah banyak digunakan oleh masyarakat di Indonesia namun nyatanya masih sedikit yang mengetahui profil pendiri Shopee tersebut.  Di balik kesuksesan Shopee saat ini ada tangan dingin Chris Feng. Shopee sendiri merupakan e-commerce di bawah naungan Garena yang saat ini berubah nama menjadi SEA Group. 

Perusahaan internet yang ada di Asia Tenggara ini menjalankan bisnis berupa C2C mobile marketplace. Visi dari marketplace Shopee ini menjadi C2C mobile marketplace nomor 1 di Asia Tenggara. Shopee di naungan Chris Feng, yang menjadi lulusan terbaik Universitas Nasional Singapura memungkinkan penggunanya untuk menjadi penjual sekaligus pembeli.


Profil Crish Feng

Profil pendiri Shopee, Chris Feng sangat menarik dikulik. Chris Feng yang saat ini menjabat sebagai CEO Shopee memiliki rekam jejak yang mapan dan bagus dalam sektor e-commerce, media, dan juga teknologi. 

Sebelum fokus di Shopee, Chris Feng sudah fokus dalam mengelola divisi bisnis game seluler bernama Garena selama 2 tahun, sebelumnya Chris sudah menghabiskan waktu selama tiga tahun dengan Rocket Internet dimana menjabat sebagai Direktur Pelaksana Regional Zalora Asia Tenggara, juga Direktur Pelaksana Wilayah dan Chief Purchasing Officer Lazada Asia Tenggara. 

Sebelumnya ia menghabiskan waktu selama 7 tahun di McKinsey dan basisnya ada di Frankfurt, Copenhagen, dan Singapura. Berbekal dengan pengalamannya, Chris Feng ini pun berencana membuat dan mendirikan marketplace sendiri.


Awal Mula Berdirinya Shopee

Diawali pada bulan Desember 2015 Chris Feng mulai mendirikan Shopee di negaranya sendiri yaitu di Singapura. Setelah itu melanjutkan ekspansi ke beberapa negara Asia Tenggara lainnya seperti Malaysia, Thailand, Vietnam, Filipina, dan tentunya di Indonesia. Keputusan Shopee untuk membuka cabang tidak terlepas dari potensi yang dilihat dari negara-negara tersebut termasuk Indonesia.

Chris Feng sendiri membidik Indonesia bukan tanpa alasan dimana Indonesia ini memiliki jumlah penduduk yang besar dengan angka 250 juta. Selain itu di dukung penetrasi internet di tanah air yang semakin tinggi yaitu lebih dari 80 juta pengguna internet. 

Menurut Chris Feng Indonesia ini memiliki kontribusi mencapai 30% dari total market Shopee. Meski dibuka di 7 negara sekaligus Shopee akan memberikan sentuhan lokal dengan mempekerjakan tenaga profesional lokal agar bisa mengerti dari cita rasa penduduk setempat.

Dibandingkan dengan marketplace lainnya Shopee ini lebih cepat memikat hati masyarakat dibandingkan dengan marketplace yang lainnya. Shopee berhasil melalukan promosi dalam waktu singkat. Hal yang membuat Shopee ini mudah menarik hati karena fitur-fitur menarik yang ditawarkan.
Strategi yang membuat Shopee ini sukses dan dikenal masyarakat luas adalah jika lainnya fokus pada platform berbasis desktop dan mobile, Shopee justru fokus pada basis mobile. Platform mobile banyak digunakan karena lebih mudah dan praktis. 

Saat ini pun banyak yang menggunakan perangkat mobile dibandingkan dengan komputer sehingga pembelian maupun penjualan akan mudah dan cepat dilakukan. Karena pembelian dan penjualan yang terus banyak dilakukan tersebut membuat Shopee terus berkembang dengan pesat mengalahkan para kompetitornya.

Hanya dalam kurun waktu 4 tahun, Shopee berkembang sangat pesat menemani masyarakat Indonesia dan menjadi pilihan marketplace terbaik untuk berbisnis maupun berbelanja. Tercatat dari waktu ke waktu jumlah pengguna Shopee ini terus meningkat dibandingkan waktu sebelumnya. 

Jika dulunya Shopee baru diunduh oleh 1 juta pengguna saja, kini pengguna Shopee sudah mencapai angka 50 juta. Tentu hal tersebut sangat fantastis sekali. Bahkan banyak penjual yang merasa produknya cepat laku saat berjualan dengan platform Shopee ini sehingga dengan kehadiran Shopee secara tidak langsung akan membantu perekonomian masyarakat Indonesia.

Jika dulunya Shopee bentuk usahanya C2C kini bentuk usaha Shopee berubah menjadi hibrid C2C yang artinya adalah konsumen setia untuk konsumen setia. Selain itu Shopee juga berbentuk usaha B2C yang artinya adalah usaha untuk konsumen setia. 

Bentuk badan usaha tersebut berubah setelah ada penjual Shopee Mall yang mana basis tokonya adalah daring untuk distribusi merek-merek terkenal. Yang membedakan Shopee dengan lapak lainnya adalah Shopee ini juga menjual produk sendiri yang mana beberapa produknya di kirim dari luar negeri contohnya seperti dari Tiongkok.

Semoga setelah mengetahui profil pendiri Shopee di atas, semakin banyak yang terinspirasi untuk berbisnis dengan skala nasional maupun internasional.

Shopee sendiri dipimpin oleh Chris Feng, mantan karyawan Rocket Internet yang pernah memimpin Zalora dan Lazada. 


Prestasi dan Penghargaan

Netizen Brand Choice Award Sunting
Shopee menerima "The Indonesian Netizen Brand Choice Award 2017" untuk kategori Belanja Online pada Maret 2017. Penghargaan ini diadakan oleh Warta Ekonomi.

Marketing Award Sunting
Shopee menerima penghargaan sebagai salah satu pemenang “The Best in Marketing Campaign” di ajang penghargaan Marketing Award 2017 yang diadakan oleh Majalah Marketing pada September 2017.

Bright Awards Indonesia 2017 Sunting
Shopee menerima penghargaan di ajang “Bright Awards Indonesia 2017” untuk kategori Iklan Paling Berkesan (The Brightest Ad) mengungguli 6 nominator lainnya. Shopee membuat iklan yang bertajuk “Parodi Jokowi”. Iklan ini mengusung tema kedekatan lokal Presiden Joko Widodo, yang sering memberikan sepeda untuk masyarakat Indonesia.
****


Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.