Ads Top

Biografi Jokowi, Dari Kuli Panggul, Ojek Payung Hingga Presiden Indonesia


Perjalanan politik Joko Widodo yang lebih dikenal panggilan Jokowi ini cukup fenomenal. Berbagai profesi pernah dilakoninya, mulai dari kuli panggul, ojek payung hujan, pengusaha mebel hingga terjun ke dunia politik. Konsep “blusukan” dengan turun ke lapangan, mengantarkannya menjadi wali kota, gubernur, hingga menjadi presiden selama 2 periode. 

Ir. H. Joko Widodo adalah Presiden ke-7 Republik Indonesia dan  mulai menjabat sejak 20 Oktober 2014 pada usia 53 tahun. 

Joko Widodo pertama kali terjun ke pemerintahan sebagai Wali Kota Surakarta (Solo) pada 28 Juli 2005 hingga 1 Oktober 2012.

Selepas itu, Joko Widodo menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta pada 15 Oktober 2012 sebelum terpilih sebagai Presiden Republik Indonesia pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014. Saat Pilpres tersebut Joko Widodo terpilih bersama pasangannya, Jusuf Kalla.

Dalam Pilpres 2019, Joko Widodo kembali terpilih sebagai Presiden Republik Indonesia untuk masa jabatannya yang kedua. Kali ini, Joko Widodo didampingi oleh Wakil Presiden K.H. Ma’ruf Amin dan dilantik pada 20 Oktober 2019 untuk masa jabatan 2019 hingga 2024 mendatang.
 
Tidak ada yang menyangka sosok sederhana seperti Jokowi ini bakal menduduki pucuk kepemimpinan tertinggi di Indonesia sebagai presiden Indonesia ketujuh. 

Presiden Jokowi bersama ibunda, Sujiatmi Notomiharjo

Jokowi lahir di Surakarta, Jawa Tengah, pada 21 Juni 1961 dari pasangan Noto Mihardjo dan Sujiatmi Notomiharjo yang wafat pada tanggal 25 Maret 2020 di Solo.

Jokowi adalah anak pertama dari empat bersaudara. Jokowi dibesarkan dari keluarga sederhana bahkan dia mengalami beberapa kali pindah rumah karena tempat tinggalnya digusur.

Dikutip dari laman resmi Presiden RI, Jokowi menempuh pendidikan dasar hingga menengah di kota Solo. Dan setelah itu pada pendidikan tinggi, Jokowi memilih untuk belajar di UGM. Pada saat menempuh pendidikan di perguruan tinggi memang tidak ada prestasi yang menonjol yang dilakukan oleh Jokowi. 

Setelah selesai kuliah, pria ini memilih untuk bekerja pada sebuah perusahaan. Akan tetapi dia tidak bertahan lama dan memilih untuk meneruskan usaha mebel yang dimiliki oleh keluarga. Dalam waktu yang cepat, usaha mebel yang dilakukan berhasil mendapatkan banyak keuntungan.

Seperti dikutip dari Viva.co.id, sejak kecil Jokowi tidak mau menyusahkan orangtuanya. Ia membantu orang tuanya dengan cara menjadi pengojek payung hujan, kuli panggul, dan jualan aneka barang. 

Hasil dari pekerjaannya itu, ia gunakan untuk biaya sekolah. Jokowi juga tidak mau ikut-ikutan temannya ke sekolah dengan bersepeda. Dia memilih jalan kaki ketimbang minta dibelikan sepeda oleh orangtuanya.

Bahkan saat umur 12 tahun, ia ikut bekerja di perusahaan kayu sebagai penggergaji kayu. Dia bisa mengerjakan itu karena keahlian orangtuanya sebagai tukang kayu.

Pada tahun 1985, Jokowi lulus kuliah dalam usia 24 tahun. Tidak lama setelah menyandang gelar insinyur, Jokowi menikahi Iriana di Solo pada usia 25 tahun.


Untuk hidup mandiri, Jokowi mencari pekerjaan. Dia merantau ke Aceh. Di sana, dia bekerja di salah satu BUMN, PT Kertas Kraft Aceh. Di perusahaan ini, Jokowi ditempatkan di area hutan pinus Merkusii, Aceh Tengah. 

Bekerja di tanah rencong tidak bertahan lama, hanya 2 tahun. Ia tidak betah dan memilih kembali ke Solo untuk mendampingi istrinya yang sedang mengandung tujuh bulan. Sambil menunggu istri, dia sempat bekerja di tempat pamannya, bergerak di bidang perkayuan.

Tak lama di tempat pamannya, Jokowi keluar karena ingin mandiri. Pada usia 27 tahun, Jokowi mendirikan usaha sendiri dengan nama CV Rakabu, nama ini diambil dari nama anak pertamanya, Gibran Rakabuming Raka.

Tiga tahun dia menjalani bisnis tidak berjalan mulus. Jatuh bangun mengiringinya. Dapat pinjaman modal Rp30 juta dari ibunya, Jokowi bangkit lagi. Ia pasarkan mebelnya melalui pameran-pameran.


Bisnisnya mulai bangkit, ia keliling Eropa, Amerika, dan Timur Tengah. Alhasil, Jokowi sukses menjadi pengusaha ekspor mebel.

Berbekal pengalamannya dalam mengelola bisnis mebel, Jokowi berani terjun ke dunia politik. Tidak tanggung-tanggung, Jokowi mencalonkan untuk memimpin kota kelahirannya. Pada usia 44 tahun, Jokowi menjadi Wali Kota Solo periode 2005-2010.

Untuk periode kedua 2010-2015, ia terpilih lagi. Baru dua tahun memimpin Kota Solo pada periode keduanya, Jokowi diminta PDI Perjuangan kembali untuk bertarung di pemilihan gubernur DKI Jakarta.

Selama memimpin Solo, ada banyak sekali prestasi yang sudah dilakukan kader PDIP ini. Karena melihat prestasi Jokowi yang bagus di kota Solo, pada tahun 2012 Jokowi dicalonkan menjadi gubernur Jakarta. Untuk menjadi gubernur Jakarta, Jokowi harus menghadapi perlawanan yang sengit dari lawan politiknya. Dengan kerja keras yang dilakukan, akhirnya Jokowi bisa menang dalam pilkada Jakarta.

Setelah menjadi Gubernur DKI Jakarta, tentu membuat pria ini semakin sibuk. Banyak sekali aktifitas yang harus dia lakukan. Tidak sedikit pula media yang membuat berita khusus akan Jokowi. Dengan popularitas yang semakin meningkat ini sudah pasti membuat banyak orang yang ingin Jokowi maju sebagai presiden. Pada tahun ini Jokowi resmi menjadi calon presiden dari partai PDI-P. Dengan maju sebagai calon presiden, pria ini menjadi semakin sibuk dan banyak musuh khususnya dalam dunia politik.
 
Tanggal 20 oktober 2014, sosok wong cilik yang dikenal dengan gaya blusukannya ini secara resmi dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia ke-7.

Hari yang begitu bersejarah untuk bangsa Indonesia dimana banyaknya masyarakat yang ikut merayakan pengangkatan Presiden ketuujuh ini. 

Tidak hanya dalam kalangan masyarakat biasa, beberapa artis pun ikut merayakan dengan menggelar acara konser salam 3 jari di Monas, Jakarta.

Sayang selama, pada periode pertama, Jokowi tidak bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia sesuai target dan janjinya saat kampanye 2014. Target yang tertulis di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, pertumbuhan ekonomi terus meningkat. Dimulai tahun 2015, pertumbuhan ekonomi ditargetkan menjadi 5,7 persen. Puncak pertumbuhan ekonomi pada 2019 sebesar 8 persen.

Realisasinya, pertumbuhan ekonomi selama lima tahun berturut-turut tidak mencapai target, hanya mentok di 5,0 persen. Pemerintah Jokowi berdalih, hal ini disebabkan meningkatnya harga komoditas di pasar internasional tidak terjadi, tepat ketika Jokowi menjabat sebagai Presiden.

Pembangunan infrastruktur menjadi program prioritas di masa kepemimpinannya yang pertama. Pembangunan yang dilakukan secara merata hingga ke daerah terluar Indonesia ini dilakukan untuk mengejar ketertinggalan Indonesia dalam sektor ini dibandingkan negara-negara lain.

Program prioritas tersebut dibarengi dengan program berupa bantuan sosial seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS), hingga Program Keluarga Harapan (PKH). Selain itu, sejak awal masa jabatannya, Joko Widodo juga mengupayakan reforma agraria dengan salah satunya melakukan percepatan penerbitan sertifikat hak atas tanah untuk mengurangi terjadinya sengketa lahan oleh karena ketiadaan sertifikat.

Di masa jabatannya yang kedua, Joko Widodo mengalihkan fokus pemerintahan pada pembangunan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia Indonesia untuk dapat bersaing dengan negara-negara lainnya. Adapun program pembangunan infrastruktur masih terus dilanjutkan bersamaan dengan itu.  

Diperiode kedua, Jokowi targetkan pertumbuhan Ekonomi 6-7 persen, sayang hingga saat ini pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami pelambatan, bahkan kurs rupiah kini terjun bebas dan tercatat menjadi mata uang terlemah di Asia pasca wabah corona menghantam Indonesia. Saat biografi ini ditulis (25/3/2020), kurs rupiah Rp 16,142.05 per dollar Amerika Serikat. Kepimpinan Jokowi kini dihadapkan pada pelemahan ekonomi Indonesia dan wabah corona yang kian mengganas.

DATA PRIBADI :
  • Nama Lengkap : Ir. H. Joko Widodo (Jokowi)
  • Nama Panggilan : Jokowi
  • Tempat Tanggal Lahir: Surakarta, 21 Juni 1961
  • Orang Tua : Noto Mihardjo (Ayah), Sujiatmi Notomihardjo (Ibu)
  • Agama  : Islam
  • Saudara : Ida Yati, Titik Relawati, Iit Sriyantini
  • Istri: Iriana Joko Widodo
  • Anak : Gibran Rakabuming Raka, Kaesang Pangarep, Kahiyang Ayu

 PENDIDIKAN JOKOWI
  • SMP Negeri 1 Surakarta
  • SMA Negeri 6 Surakarta
  • Universitas Gajah Mada (UGM) Fakultas Kehutanan
   KARIR JOKOWI
  • Pegawai PT Kertas Kraft Aceh, 1986
  • Pengusaha Mebel, 1988
  • Wali kota Solo, 2005-2010, 2010-2012
  • Gubernur DKI Jakarta, 2012-2014
  • Presiden Republik Indonesia, 2014-2019
PENGHARGAAN
  • Bintang Jasa Utama – Presiden Republik Indonesia
  • Piala Citra Bhakti Abdi Negara (2008-2009-2010) – Presiden Republik Indonesia
  • Agent of change Kemandirian – Dompet Dhuafa
  • Democracy Award: Manusia Bintang – RMOL
  • Decade Award: Rising Leader – Men’s Obsession
  • E-government – Kemkominfo
  • Adiupaya Puritama – Kemenpera
  • Best City Award – Delgosea
  • Pengendali inflasi – Bank Indonesia
  • Tata ruang kedua terbaik se-Indonesia – Kementrian PU
  • Top 50 Leaders dari Fortune
  • Indeks Pembangunan Ketenagakerjaan – Kemennaker
  • Bung Hatta Anti Corruption Award – Meutia Hatta
  • Anti Gratifikasi – KPK
  • Program Perlindungan Anak – UNICEF Tahun 2006
  • Walikota No.3 Terbaik Dunia – The City Mayors Foundation
  • Social Media Award – Majalah Marketing & Frontier Consulting Group
  • 10 Tokoh Pilihan Tahun 2008 – Tempo
  • Tokoh Pluralis Tahun 2013 – dari Lembaga Pemilih Indonesia
  • Tokoh Seputar Indonesia Tahun 2013 – Anugerah Seputar Indonesia
  • Good Governance Award (20 September 2012) – Soegeng Soerjadi
  • Pencapaian target MDGs Untuk program KJP dan KJS – Bappenas
  • Pangripta Nusantara Utama – Bappenas
  • Nominasi World Mayor Tahun 2012


*****

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.