Ads Top

Biografi Doni Monardo, Jenderal Tempur Yang Memimpin Penanganan Corona


Pasca virus corona merebak di Indonesia, Letnan Jenderal TNI Doni Monardo diberi tugas baru oleh Presiden Jokowi memimpin Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 atau virus corona, selain sebagai Ketua Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Untuk menjalankan tugas baru tersebut, Doni Monardo saat ini  memilih tinggal di kantornya di Graha BNPB , Jalan Pramuka, Jakarta Timur.

Doni bersama beberapa stafnya untuk sementara tak pulang ke rumah dan bertemu keluarganya semasa virus Corona mewabah.  Hal tersebut dibenarkan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi BNPB, Agus Wibowo. "Iya, sudah satu minggu," kata Doni melalui pesan teks pada Ahad dini hari, 22 Maret 2020 seperti dikutip dari Tempo.co. 

Pria kelahiran Cimahi, Jawa Barat, 10 Mei 1963 ini adalah seorang perwira tinggi TNI-AD yang sejak 9 Januari 2019 mengemban amanat sebagai Kepala BNPB.

Doni seperti dikutip dari Wikipedia, adalah lulusan Akademi Militer (Akmil) 1985 yang berpengalaman dalam bidang infanteri. Jabatan terakhir jenderal bintang tiga ini adalah Sesjen Wantannas



Jenderal Tempur

Sebelum berkarir di BNPB, Doni malang melintang sebagai di dunia militer. Doni mendapatkan penempatan pertama langsung pada Komando Pasukan Khusus atau Kopassus tahun 1986 sampai dengan 1998.

Selama di Kopassus dia pernah ditugaskan ke Timor Timur, Aceh dan daerah lainnya. Pada tahun 1999 hingga 2001, lelaki yang suka kegiatan menembak dan beladiri ini ditugaskan pada Batalyon Raider di Bali. Kemudian ditarik kembali di Paspampres hingga tahun 2004, lalu mengikuti pelatihan counter terrorism yang dilaksanakan di Korea Selatan.

Pada tahun 2005 sampai dengan 2006 Doni ditugaskan di Aceh. Setahun di sana, dia kembali ditarik ke Jakarta bergabung dengan Paspampres. Pada tahun 2006 dipindahkan ke Makassar, Sulawesi Selatan, di Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat, atau yang lebih dikenal dengan Kostrad. Salah satu program yang hingga kini dikenang masyarakat Makassar adalah penghijauan beberapa kawasan tandus di Sulawesi Selatan termasuk di sekitar Bandara Hasanuddin.

Setelah di Makassar, Doni di promosikan menjadi Dan Grup A Paspampres. Selama bertugas mengawal orang nomor satu di Republik Indonesia ia sudah mengikuti kunjungan Presiden Indonesia ke 27 negara di dunia. 

Pada tahun 2010, Doni kemudian diberi kepercayaan menjadi Danrem 061 Surya Kencana Bogor. Selang beberapa bulan menjadi Danrem di Bogor, Doni diangkat menjadi Wadanjen Kopassus. Salah satu tugas yang melambungkan namanya adalah ketika ditugaskan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi Wakil Komando Satuan Tugas untuk pembebasan kapal MV Sinar Kudus yang dibajak oleh perompak Somalia. Atas keberhasilan itu pangkat Doni dinaikkan setingkat menjadi Brigadir Jenderal.

Bulan April 2012 Doni mengikuti pendidikan PPSA XVIII di Lemhannas. Baru empat bulan di Lemhannas Doni dipromosikan menjadi Danpaspampres. 

Kini sang jenderal tempur itu, selain sebagai Kepala BNPB diberi tugas baru sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona.
 
Pendidikan
  •  SMA Negeri 1 Padang (1981)
  •  Akmil (1985)
  •  Seskoad (1999)
  •  Lemhannas (2012)
Jabatan
  •     Danyon-11 Grup-1/Kopassus (1998-1999)
  •     Danyonif 900/Raider (1999-2001)
  •     Dandenma Paspampres
  •     Waasops Danpaspampres
  •     Danbrigif Linud 3/Tri Budi Sakti (2008)
  •     Dan Grup A Paspampres (2008-2010)
  •     Danrem 061/Surya Kencana (2010-2011)
  •     Wadanjen Kopassus (2011-2012)
  •     Danpaspampres (2012-2014)
  •     Danjen Kopassus (2014-2015)
  •     Pangdam XVI/Pattimura (2015-2017)
  •     Pangdam III/Siliwangi (2017-2018)
  •     Sesjen Wantannas (2018-2019)
  •     Kepala BNPB (2019-sekarang)
  •     Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanangan Covid-19 (2020- sekarang)

Penghargaan

  •     Bintang Jasa Utama
  •     Bintang Dharma (2019)
  •     Bintang Yudha Dharma Pratama
  •     Bintang Kartika Eka Paksi Pratama
  •     Bintang Yudha Dharma Nararya
  •     Bintang Kartika Eka Paksi Nararya
  •     Bintang Kartika Eka Paksi Nararya (Ul. I)
  •     The Royal Order of Sahametrei Grand Cross (Cambodia)
  •     SL. Dharma Bantala
  •     SL. Kesetiaan XXIV
  •     SL. Kesetiaan XVI
  •     SL. Kesetiaan VIII
  •     SL. Dharma Nusa
  •     SL. Wira Siaga
  •     SL. Ksatria Yudha
  •     SL. Seroja
  •     SL. Dwidja Sistha
  •     SL. Wira Karya
  •     SL. Kebaktian Sosial

Brevet
  •     Brevet Komando Kopassus
  •     Brevet Jump Master
  •     Brevet Gultor
  •     Brevet Pemburu
  •     Brevet Parachut Korea
  •     Pin BNPB
Data Pribadi
  • Lahir    10 Mei 1963 (umur 56)
  • Bendera Indonesia Cimahi, Jawa Barat
  • Pasangan    Ny. Santi Ariviani
  • Anak   
  •  1. Azzianti Riani Monardo (1993)
  • 2. Reizalka Dwika Monardo (1997)
  • 3. Adelwin Azel Monardo (2003)
  • Ibu    Roeslina
  • Bapak    Letkol CPM Nasrul Saad
  • Alma mater    Akademi Militer (1985)

***

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.