Ads Top

Kisah Cinta SBY dan Ani Yudhoyono


Susilo Bambang Yudhoyono dan Kristiani Herrawati pertama kali bertemu di awal tahun 1973 di Magelang, Jawa Tengah.

Keduanya bertemu di lingkungan Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKBRI).

Kristiani Herrawati adalah putri ke-3 Sarwo Edhie yang merupakan gubernur akrabi pada masa itu sedangkan SBY pemuda asal Pacitan, Jawa Timur yang dikenal sebagai taruna cerdas dan berprestasi.

Keduanya sama-sama jatuh cinta pada pandangan pertama.Kemudian SBY dan Ani pun menjadi sepasang kekasih. Tidak tahu siapa yang memulai lebih dulu. Keduanya menjalani hubungan jarak jauh. Tiga tahun menjalani hubungan jarak jauh yakni dua tahun berpacaran dan setahun bertunangan.

Bagaimana cara SBY mendekati Ani yang merupakan anak seorang jenderal ? Dikutip dari Tribunjakata, ketika menghadap dan meminta restu kepada ayahanda  Ibu Ani,  SBY mengaku tidak menjajikan sesuatu yang muluk-muluk. Ia hanya bertekad dalam  hati, mengucapkan bahwa akan menjaga Ani, dan bagi taruna ucapan merupakan janji yang harus dipenuhi.Jadi bapak Sarwo Edhie percaya pada SBY.

Setelah menjalani pelatihan, prestasi yang dicatatnya membuat Gubernur Akmil Sarwo Edhie  kagum. Atas alasan itu pula, Sarwo Edhie rela melepaskan tanggung jawabnya sebagai ayah Ani
kepada SBY. Keduanya kemudian menikah pada 1975.

Masa-masa Sulit SBY dan Ani
Setelah menikah, SBY dan Ani tidak lantas bisa hidup mewah, mereka menjalani bahtera rumah tangganya dengan sangat sederhana. Gaji yang diberikan SBY kepada sang istri tidak sepenuhnya cukup, bahkan Ani harus mencari tambahan di luar militer.

Meski hidup serba pas-pasan. Namun keduanya berusaha memberikan gizi terbaik bagi kedua putranya, Agus Harimurti dan Edhie Baskoro. Padahal, jabatan yang diemban SBY cukup baik, yakni Komandan Batalyon.

Ketika masih menjabat sebagai Komandan Batalyon, dimasa sulit itu gizi anak-anak SBY tertolong oleh jatah makan tambahan dalam cangkir kaleng bubur berisi kacang hijau. Satu kaleng bubur kacang hijau dari kantornya, itu tidak pernah dimakannya di kantor. Melainkan disimpan, untuk dibawa pulang ke rumah dan dimakan anak-anaknya.

"Sampai di rumah, diberikan kepada Ibu Ani untuk diolah kembali dengan menambahkan santan, gula merah, dan pandan. Agar jumlah bubur kacang hijau semakin banyak dan bisa disantap bersama keluarga," seperti dikutip dari laman resmi SBY di Facebook.
Sebagai seorang pemimpin pasukan sekaligus kepala keluarga, SBY dan Ibu Negara Ani Yudhoyono sangat peduli dengan kesehatan keluarganya. Kedua pasangan suami-istri ini sangat memperhatikan kesehatan anak-anaknya, terutama persoalan gizi anak, agar terhindar dari gizi buruk.


Keuangan Keluarga mulai membaik


Seiring berjalannya waktu, pasangan SBY dan Ani Yudhoyono terus bersama baik karir di militer maupun tugas di Pemerintahan. Di tahun 2004 merupakan titik penting bagi mereka. SBY terpilih menjadi presiden ke-6 Republik Indonesia dan pasangan ini pun memulai langkah sebagai keluarga pemimpin negara.

Memikul tugas yang begitu besar, keluarga Yudhoyono tak lepas dari berbagai goncangan. Namun hal itu tidak membuat hubungan keduanya goyah. 

Sudah lebih dari 42 tahun menjalani biduk rumah tangga, mereka telah menjalani suka duka dan jatuh bangun bersama. Diakui oleh Ibu Ani, SBY termasuk pria yang romantis. Hal itu terlihat dari puisi yang ditulis oleh SBY sendiri dan diberikan untuk Ibu Ani berjudul "Flamboyan”. "Pada saat itu Ani muda tinggal di Jalan Flamboyan No. 59, karena itu judulnya Flamboyan." tutur SBY.

Ada yang lucu dari pasangan ini, ternyata Ibu Ani melarang SBY berkumis. Menurut Ibu Ani, SBY terlihat jelek apabila mempunyai kumis, kerena di keluarga Ibu Ani tidak ada yang berkumis jadi menurutnya aneh apabila SBY berkumis.

Saat ini mantan ibu negara itu dirawat di National University Hospital, Singapura karena sakit kanker darah. SBY kini terpaksa berhenti sementara dari aktivitas politik jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 karena harus menemani Ibu Ani dirawat di Singapura. 
 Semoga Ibu Ani lekas sembuh dan bisa beraktivitas seperti biasanya. Aamiin ***

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.