Ads Top

Sutan Bhatoegana 'Diusir' SBY (5)

REFORMASI 1998 telah berubah menjadi repotnasi. Semuanya kacau. Berbagai krisis yang terjadi berimbas juga ke sejumlah proyek yang ditangani Sutan. Bila sebelumnya perusahaan sering menolak proyek, kali ini untuk mendapatkan tender saja sangat susah. Oil&Gas tempatnya bekerja mulai kelimpungan.

Sebelum reformasi banyak sekali proyek hingga perusahaan tempatnya bekerja sulit memilihnya. Bahkan banyak yang ditolak. Tetapi setelah reformasi keadaan berbalik. Proyek-proyek menjadi sesuatu yang mahal, susah untuk dicari. Semuanya bukan reformasi tetapi menjadi repotnasi.

Di saat kelimpungan itulah Sutan bertemu dengan pengusaha sekaligus teman lamanya, Vence Rumangkang pada 20 Agustus 2001, yang mengajaknya untuk mendirikan partai politik. Sutan sempat kaget karena saat itu tak terpikirkan untuk mendirikaa partai. Sutan memang sangat tertarik dengan politik tapi saat itu sama sekali tak terpikirkan untuk masuk partai politik apalagi mendirikan partai.

"Tapi kenapa tidak dicoba?  Waduh, partai politik kan sudah hampir 300-an. Apakah mungkin mendirikan partai baru?" Sutan sempat bimbang. “Saat itu Vence langsung minta saya tolong cari orang-orang yang mau ikut mendirikan Partai Demokrat. Karena ini mendirikan partai baru maka yang terpikir oleh saya adalah menghubungi orang-orang berduit dan mantan birokrat.”

"Kita partainya lain, Sutan. Menko Polhukam Susilo Bambang Yudhoyono itu tokoh kita yang akan kita jadikan jualannya," Vence meyakinkan.

Sejak dulu Sutan menyukai tantangan. Tawaran itu tak ditolaknya. Sutan merasa dunia usaha sudah tidak bisa diperbaiki lagi dan harus ada gerakan untuk memperbaikinya. Dia pun banting setir untuk mengubah haluan hidupnya. Harus ada pimpinan baru yang dapat mengendalikan kecauan bangsa ini.

Kondisi negara Indonesia benar-benar multikrisis. Akhirnya Sutan merasa tertantang untuk terjun ke dunia politik. Lagi pula Sutan berpikir ini kesempatan untuk menyalurkan hobi yang selama ini terpendam. “Modal berorganisasi saya pikir sudah cukup untuk membentuk partai yang kuat," kata Sutan.

Tahun 2001 Vence dan Sutan mendirikan partai dengan susah payah. Modal awal Rp 100 juta dari SBY. Dana sebesar itu tidak cukup, Vence dan Sutan pun merogoh kocek sendiri. Masih juga tidak cukup. Sutan dan Vence nyari donator dari teman-teman deket dengan tipu-tipu.

Vence mengaku diminta untuk mendirikan partai oleh Susilo Bambang Yudhoyono.  Partai itu akan menjadi kendaraan SBY dalam Pemilu. Namun saat pendirian partai, SBY tidak terlibat langsung. Untuk ikut terlibat, SBY masih melihat kondisi yang tepat. Nama partai berasal dari SBY sendiri dengan merujuk Partai Demokrat di Amerika Serikat. Begitu juga logo partai yang berprinsip nasional religius juga berasal dari SBY.

Partai ini menganut tiga platform yaitu kebangsaan (nasionalisme), persamaan (humanis) dan pengakuan terhadap kemajemukan (pluralisme). Platform ini sangat cocok dengan prinsip hidup Sutan sejak kecil hingga masa-masa profesionalnya di perusahaan asing.

Suatu hari Sutan dengan penuh semangat mendatangi Susilo Bambang Yudhyono di Kantor Menko Polhukam Medan Merdeka Barat. Tujuannya untuk memperlihatkan hasil samblon untuk pertama kalinya bendera Partai Demokrat. Bendera yang dilipat rapi tersebut dibungkus koran.

SBY menerima kedatangan Sutan dengan sangat ramah. Namun SBY tidak tahu mengenai tujuan Sutan datang ke kantornya. Dia menduga, Sutan hanya konsultasi biasa. SBY sangat kaget ketika Sutan dengan santainya membuka bungkusan itu.

"Sana...sana...sana.... Cepat keluar. Eeh....ehhh....bungkus lagi." SBY sangat panik. Sutan juga ikut-ikutan panik dan bendera pun segera dibungkus kembali.

SBY rupanya sangat ketakutan pendirian partainya terendus Presiden Megawati. Peristiwa itu sampai kini masih terkenang. Bendera itu jadi sejarah dan kini disimpan oleh SBY.

Dalam buku "Sejarah dan Kemenangan Partai Demokrat" disebutkan, Sutan adalah salah satu otak utama pendiri Partai Demokrat selain SBY, Kurdi Mustopa dan Vence Rumangkang. "Tokoh lain yang banyak berjasa adalah Sutan Bhatoegana. Sutan banyak mengorbankan waktu, menyumbangkan ide, berkorban dana, dan bekerja siang dan malam untuk merealisasikan gagasan dan tekad demi berdirinya Partai Demokrat. Sutan juga pemikir dan pekerja lapangan  yang berjasa dan mewujudkan menjadi salah satu peserta Pemilu 2004 dan berhasil meraih 56 kursi di DPR RI," kata Vence.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.