Ads Top

Ayu Azhari, Bikin Gemes Anggota MPR

TAK selamanya sosialisasi Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara (Pancasila, UUD 1945,  NKRI dan Bhineka Tunggal Ika) bikin ngantuk dan menjemukan. Ternyata urusan negara yang serius pun bisa juga dibawa santai dan anggota MPR yang sehari-hari sangat serius, bila berhadapan dengan aktris seksi bisa juga tertawa lebar.

Apalagi, beuuuuhhhh... peserta sosialisasi itu di antaranya ada perempuan yang pernah menjadi simbol seks pada zamannya meski kini sudah berumur dan beranak banyak. Malah sempat telanjang bulat pisan dalam film Gairah Seks bersama aktor impor Frank Zagarino. Tak masalah.

Dalam dunia hiburan Ayu mulai dikenal sejak 1984 sebagai model, pemain sinetron dan seorang penyanyi. Pada bulan Mei 2006 Ayu meluncurkan album dangdut dengan lagu utama "Ibu" dan "I Love You So Much" yang merupakan ciptaan Ayu sendiri.

Ayu yang dikenal belakangan keluar masuk Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lantaran menjadi saksi dalam sejumlah kasus korupsi elite nasional, menikah sebanyak tiga kali. Dari semua pernikahannya itu perempuan kelahiran  Jakarta, 19 November 1969 ini memiliki enam anak yaitu Axel Gondokusumo (dari pernikahan dengan Djody Gondokusumo), Sean Azad, Mariam Nur Al Iman dan Sulaiman Atiq (dari pernikahan dengan Teemu Yusuf Ibrahim) serta Isabelle Tramp dan Lennon Tramp (dari pernikahan dengan Mike Tramp).

Selama karier keartisannya, setidaknya Ayu telah membintangi 36 fim layar lebar. Film yang telah melambungkan namanya di antaranya Akibat Buah terlarang (1984), Catatan Si Boy (1987), Pemburu Teroris (1994) dan Outraged Fugitive / Without Mercy (1995). Juga telah bermain sedikitnya dalam 14 sinetron dan film televisi. 

Total penghargaan dalam dunia film dan sinetron lima buah di antaranya aktris pembantu terbaik dalam Festival Film Indonesia 1990, aktris terbaik Piala Vidia Festival Sinetron 1997 dan aktris terbaik dalam Festival Film Asia Pasifik 2001.

Ya, Ayu Azhari masih tetap menggoda dan gemesin. Paling tidak buat Bachtiar Aly anggota MPR dari Nasdem dan Zainut Tauhid Sa'adi dari dari PPP.

Bermula ketika Ayu Azhari yang masih semok dan ayu ini menjadi peserta sosialisi Empat Pilar di Lembaga Sensor Film (LSF) belum lama ini. Ayu Azhari mengeluh karena pekerja seni khususnya kalangan perfilman tidak dilibatkan dalam kegiatan tersebut.

Ayu memberikan contoh, pekerja film yang telah memberikan sumbangsih dengan karya-karya masterpiece-nya kepada negara. Sebut saja almarhum Usmar Ismail, Mochtar Lubis dan Teguh Karya. Termasuk para generasi pekerja film era kiwari yang telah mengharumkan nama Indonesia di mata dunia. “Mereka itu sangat hebat. Cuma medianya saja yang berbeda.”

“Kegiatan sosialisasi itu sangat baik dan bisa menyatukan kita. Mengapa kami tidak dilibatkan?” tagih Ayu Azhari.

Gugatan Ayu tersebut langsung disambut nakal Zainut Tauhid. “Saya, eehhh... MPR terbuka  untuk Ayu Azhari. Kami membuka diri untuk melibatkan Ibu Ayu Azhari sebagai trainer on trianer,” kata Zainut Tauhid disambut tawa peserta lainnya dan wartawan yang meliput.

Bachtiar Aly pun sepertinya gatal juga dan melempar guyonan sambil melihat Ayu Azhari yang tersenyum simpul. “MPR dalam hal ini terbuka bukan hanya antara Zainut dengan Ayu Azhari.  MPR terbuka juga kepada pekerja seni, budayawan termasuk artis film,” ujarnya, lagi-lagi disambut tertawa lebar.

Zainut Tauhid kembali melempar guyonnya. "MPR membuka diri  kepada Ibu Ayu untuk menjadi trainer. Dan ini sudah ada programnya selama tiga hari", kembali guyonan Zainut Tauhid yang disambut geeeer.

Wartawan yang berpikiran nakal kemudian nyelutuk. “Wow, tiga hari ngapain aja sama Ayu Azhari?”

Ah, dasar ngeres.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.