Ads Top

Saniatul Lativa, Sukses dengan Formula 4-3

AWALNYA banyak yang menyangsikan. Tapi Saniatul Lativa dapat menepisnya dengan bukti. Dua periode, yakni 2009-2014 dan 2014-2019, politisi perempuan dari Fraksi Partai Golkar, mewakili rakyat Jambi di Senayan.

Nama Saniatul Lativa sejatinya  tak asing bagi mayoritas kalangan masyarakat Jambi. Maklum Sani demikian perempuan kelahiran Surabaya ini biasa dipanggil merupakan istri Bupati Tebo, Sukandar. Tapi dalam bidang politik, banyak yang menganggapnya masih anak bawang.

Sani sukses melenggang ke Senayan setelah dalam Pemilu 2014 berhasil mengantongi 87.911 suara dan sekaligus menyisihkan tiga kader beringin lainnya, yakni Selina Gita, Hariatia Ambiar dan Azizah Daryati Uteng.

Keberhasilan  Sani melenggang ke Senayan membuat politisi lokal kaget. Kalau bukan dikatakan pesimisme. Bahkan Ketua DPD I Golkar Provinsi Jambi, Zoerman Manap sempat menyangsikan Sani bisa merebut satu kursi di DPR.  Begitu ragunya, Zoerman Manap memberikan peluang besar untuk satu slot caleg perempuan untuk DPRD Provinsi dari dapil Bungo Tebo.

"Saya sadar sebagai kader baru, tidak mudah menuju Senayan. Namun sejak awal saya sudah serius ingin terjun di dunia politik dan DPR RI adalah target politik yang ingin saya gapai," ujar Sani dalam perbincangan di gedung DPR Jakarta, beberapa waktu lalu.

Diakui Sani, sebelum mewujudkan ambisinya menjadi wakil rakyat yang berkantor di Gedung Nusantara III, dia sejak awal sudah meminta izin dulu kepada suaminya. Setelah mendapat restu, niat dan tekad pun semakin kuat.

Sebagian kalangan mungkin menilai Sani, dari segi usia masih muda. Terjun ke dunia politik pun masih dianggap belum matang. Mungkin lebih baik satu periode dulu mengasah pengetahuan dan seni perpolitik di DPRD Provinsi Jambi. Rupanya restu suami untuk mencalonkan diri menjadi anggota DPR menambah energi dan militansi Sani.

"Dunia politik itu harus fleksibel, meski ingin ke Senayan saya juga siap putar haluan ke DPRD provinsi. Namun, setelah meminta izin Bapak (Sukandar-red), dan kalau bapak ijinkan ke provinsi, saya siap. Ke pusat Bapak memang sudah izinkan juga,” ujarnya.

Hampir satu tahun menjadi wakil rakyat di Senayan, Sani terlihat aktif dalam setiap rapat kerja maupun rapat dengar pendapat. Meski terbilang muda, Sani tidak canggung dalam setiap mengkritisi kebijakan pemerintah. Menurutnya, sebagai legislator atau politisi, dia harus terlihat pro-aktif di Senayan maupun di daerah pemilihannya.

Sani pun tak ingin dapilnya mengalami ketertinggalan dari daerah lain dalam pembangunan termasuk memperjuangkan alokasi anggaran dari pusat. Sani bertekad dan berjuang keras untuk memberikan kontribusi meningkatkan anggaran bagi dapilnya sesuai dengan bidang kerjanya di Komisi IX.

"Saya masuk ke politik karena saya ingin berkontribusi untuk memajukan Jambi melalui kewenangan dan hak-hak yang dimiliki oleh anggota DPR sesuai dengan bidang komisi tempat dimana saya ditugaskan oleh fraksi dan kebutuhan daerah di Jambi, " ujarnya.

Sani menyadari menjadi legislator mengharuskan bekerja hingga lima hari dalam sepekan. Di sisi lain Sani juga menyandang status sebagai istri bupati dan ibu dari anak-anaknya. Berbagai cara pun diatasinya, agar waktu yang terbatas menjadi berkualitas bagi keluarga.

Mengingat waktu sepekan hanya tujuh hari, Sani mengungkapkan dia selalu menggunakan formulasi 4-3. "Untuk waktu keluarga saya menggunakan sistem 4-3. Formulanya adalah empat hari (Senin-Kamis) di Jakarta dan sisanya tiga hari di Jambi (Jumat-Minggu), " ujarnya.

Sebuah formula yang menarik![]




HJ. SANIATUL LATIVA


No. Anggota: A-243
Tempat/Tgl Lahir: Surabaya, 13 Juni 1977
Agama: Islam

Pendidikan

2008-2011, Diploma Kebidanan Muara Bungo.
2006-2009, Diploma  Akuntansi Management Pembangunan, Jambi.
1993-1995, SMA Budi Utomo, Jombang Jatim.
1989-1992, SMP Trikarya, Surabaya.
1983-1989, SDN Manukan wetan II/555, Surabaya.

Organisasi

2006-2011, Wakil Ketua TP-PKK, Kab.Tebo
2011-2016, Ketau TP-PKK, Kab. Tebo
2010-2015, Muslimat NU , Pimpinan Cabang Kab.Tebo

Pekerjaan

Bidan di RSUD Sultan Thaha Syaifudin Tebo

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.