Ads Top

Rahayu Saraswati, Cuti Melahirkan Tetap Memikirkan Bangsa

NAMA lengkapnya Rahayu Saraswati Dhirakanya Djojohadikusumo. Dari nama belakangnya siapa pun sudah dapat menebak, anggota Dewan yang baru saja resmi bertitel sebagai ibu ini adalah putri pengusaha sekaligus Dewan Pembina DPP Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Hashim Djojohadikusumo.

“Saya memang harus cuti untuk mempersiapkan dan proses kelahiran bayi pertama saya. Tetapi tidak ada cuti untuk tetap memberi perhatian dan memikirkan masalah sosial di tengah bangsa ini,” kata Sara, demikian anggota Komisi VIII ini kerap disapa.

Sejak 1 September hingga 30 November 2015, Sara yang dikenal sebagai aktris dan juga produser film ini, cuti dari segala aktivitas di DPR. Tapi tidak ada istilah cuti untuk memikirkan masalah bangsa khususnya yang menjadi fokus kerjanya di Komisi VIII.

"Saya dan beberapa rekan-rekan anggota di Komisi VIII, terutama yang berada di Panja RUU Disabilitas,  berkomitmen penuh untuk menghasilkan UU yang dapat diimplementasikan dengan baik dan membantu komunitas penyandang disabilitas,” papar Sara. 
Selain terlibat dalam Panja RUU Penyandang Disabilitas, Sara juga bergabung dalam  Panja Perlindungan Anak, juga aktif sebagai anggota Pansus Timwas TKI serta Koordinator Bidang Media dan Jaringan Luar Kaukus Perempuan Parlemen Republik Indonesia (KPPRI).

Sara mengaku sangat cocok dengan bidang kerja Komisi VIII. Kelahiran 27 Januari 1986 ini sudah lama menggeluti masalah-masalah sosial. Sara sangat peduli dengan korban kekerasan terhadap perempuan dan anak. Sara pun sudah lama mendirikan Yayasan Parinama Astha yang berkonsentrasi pada penanggulangan tindak pidana perdagangan orang.

Hampir satu tahun sebagai anggota DPR, Sara memiliki catatan khusus tentang Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) yang menjadi mitra kerjanya di Komisi VIII. BNPB dalam penilaian Sara  merupakan contoh lembaga dengan kinerja yang baik. Hal itu ia nilai dari kesiapan BNPB dalam merespons bencana mulai dari tahap preventif hingga rehabilitatif.

“Sistemnya  telah terbangun dan kian kokoh,” kata lulusan Classics and Drama, University Of Virginia, Amerika Serikat dan Screen Acting Postgraduate Level, International School of Screen Acting, Inggris.

Saat ini Sara menjabat sebagai Wakil Sekretaris Fraksi Partai Gerindra DPR. Dalam alat kelengkapan, sara sebagai anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen) dan sekaligus menjadi Ketua Kelompok Komisi BKSAP Fraksi Gerindra.

Sara pun menjadi delegasi RI di berbagai pertemuan dunia, di antaranya di Inter-Parliamentary Union di Vietnam pada Maret 2015 dan Asian Parliamentary Assembly: Standing Committee on Economic and Sustainable Development  2015 di Jakarta.

Sara menjadi  pembicara di beberapa konferensi seperti The International G-7/G-20 Parliamentarians’ Conference on #SheMatters yang diselenggarakan United Nations Fund for Population Activities bekerja sama dengan The United Nations Office for REDD+ Coordination in Indonesia dan Strengthening Women’s Participation and Representation in Governance in Indonesia). Juga menjadi pembicara di Tropical Landscape Summit atas undangan Badan Koordinasi Penanaman Modal pada April 2015.

***

Sara sebelum menjadi anggota DPR dari daerah pemilihan Jawa Tengah IV (Sragen, Karanganyar, Wonogiri) lebih dikenal sebagai aktris layar lebar yang juga produser. Beberapa film yang dibintangi dan diproduksi sendiri di antaranya  Merah Putih (2009), Darah Garuda (2010), Hati Merdeka (2011), Java Heat (2013), Dream Obama (2013) dan Gunung Emas Almayer (2014. Pemilik rumah produksi Media Desa Indonesia ini, untuk merambah dunia internasional  tengah membuat rumah produksi di Singapura dan Los Angeles, Amerika Serikat.

“Menekuni dunia seni ini tidak mudah. Latar belakang keluarga yang berkonsentrasi dalam bidang politik ekonomi tidak begitu saja bisa memahami aktivitas saya. Keluarga dilanda kekhawatiran dengan dunia yang saya geluti. Tapi saya meyakinkan keluarga ndengan kerja keras dan sungguh-sungguh,” kata Sara.

Sara mengaku mulai bersentuhan dengan dunia sosial secara serius ketika menghadiri konferensi gereja di London pada 2009. Awalnya tidak berminat untuk datang. Tapi justru dari konferensi itulah jiwa sosialnya tergugah dan tergerak untuk membantu sesama.

“Saya tergugah ketika mengetahui banyak gadis dalam perdagangan manusia yang harus melayani hingga 40-60 orang laki-laki per harinya,” ujarnya.

Sara kaget ternyata tidak ada organisasi yang secara serius menangani masalah. “Karena itu saya memutuskan untuk mendirikan yayasan Parinama Astha. Yayasan ini membentuk jaringan lembaga dan masyrakat untuk menentang perdagangan manusia.

“Belakangan saya pun sadar membentuk yayasan itu tidak cukup karena tidak bisa membuat kebijakan yang bisa mengikat di dalam dan di luar negeri. Inilah yang mendorong saya untuk terjun ke dunia politik dan menjadi anggota DPR,” ujarnya.

 

BIODATA RAHAYU SARASWATI DHIRAKARYA DJOJOHADIKUSUMO

No. Anggota : A-356
Tempat Lahir / Tgl Lahir : Jakarta / 27 Januari 1986
Agama : Kristen

Riwayat Pendidikan
•SD Tarakanita II tahun 1992 - 1998
•Internasional UWCSEA & CDL tahun 1998 - 2000
•Advanced Placement, College du Leman tahun 200 - 2003
•Post Graduate, International School of Screen Acting tahun 2006 - 2007

Pekerjaan
•The Indonesia Channel sebagai Co-host of Hot Indonesia tahun 2014 - 2015
•The Legacy Pictures PTE Ltd sebagai Founder/Shareholder/CEO tahun 2013 - 2015
•Metro TV Jakarta sebagai Co-host of Talk Indonesia tahun: 2010 - 2013
•Gerindra & PDI-P sebagai Vice Chairman Presidential Campaign Jakarta Rally Committee tahun 2009
•Direktur PT Arsari Media International tahun 2008 - 2015
•Direktur PT Arsari Duta Semesta tahun 2008 - 2014
•Komisaris PT Arsari Putra Indonesia tahun 2008 - 2015
•Direktur PT Media Desa Indonesia tahun 2008 - 2015

Organisasi
•Parinama Astha Foundation sebagai Founder and Chairwoman tahun 2012 - 2015
•The Wadah Foundation sebagai Head of the Fight Against Human Trafficking division tahun 2010 - 2012
•Tunas Indonesia Raya (TIDAR) sebagai Ketua Bidang Agama tahun 2010 - 2011
•Tunas Indonesia Raya (TIDAR) sebagai Ketua Bidang Pengembangan Peranan Perempun tahun  2008 - 2010
•Satuan Relawan Indonesia Raya (Satria) sebagai Vice Chairwoman tahun 2008 - 2009

Penghargaan
•It Girl The 2012 It List dari Lifestyle Prestige Magazine tahun: 2012
•Young and Cool Intrepreneur dari Swa Magazine tahun 2012
•Influence for clinique dari Clinique Indonesia tahun 2012
•Nominasi Pemain Pendukung Terbaik dari Bandung Film Festival tahun 2010
•Nominasi Pemain Pendukung Terbaik dari Guardians C-award tahun 2010
•Pemenang Pemain Terbaik dari Bali International Film Festival tahun 2009

Keparlemenan
•Wakil Sekretaris Fraksi Partai Gerindra DPR
•Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen dan sekaligus menjadi Ketua Kelompok Komisi BKSAP Fraksi Gerindra
•Delegasi Inter-Parliamentary Union di Vietnam Maret 2015
•Delegasi Asian Parliamentary Assembly: Standing Committee on Economic and Sustainable Development  di Jakarta 2015
•Pembicara dalam konferensi The International G-7/G-20 Parliamentarians’ Conference on #SheMatters yang diselenggarakan United Nations Fund for Population Activities bekerja sama dengan The United Nations Office for REDD+ Coordination in Indonesia dan Strengthening Women’s Participation and Representation in Governance in Indonesia).
•Pembicara dalam Tropical Landscape Summit atas undangan Badan Koordinasi Penanaman Modal pada April 2015.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.