Ads Top

Patrice Rio Capella, Memilih Terkenal Lewat KPK

ADA joke yang menarik di Kompleks Senayan Jakarta. Syahdan ada tiga jalan untuk seseorang menjadi terkenal di DPR. Pertama, jadi vokalis artinya jadi anggota DPR yang banyak bicara dan jadi selebritas politik kendati yang dikomentari di luar bidangnya. Kedua, meninggal dunia. Sontak semua media atau paling tidak media milik parlemen akan membuat berita obituari. Ketiga, jadilah anggota DPR yang ditangkap atau dijadikan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Nah, yang ketiga ini rupanya yang membuat Patrice Rio Capella, bekas Sekjen DPP Partai Nasdem, terkenal hinga seantero jagat. Hampir semua media nasional, mungkin kecuali Media Indonesia dan Metro TV yang menjadi afiliasi partai menahan diri untuk mengurangi pemberitaannya.

Patrice yang mengundurkan diri dari anggota DPR sesaat setelah ditetapkan KPK sebagai tersangka, Kamis (15/10/2015), nyaris tak terdengar kiprahnya di DPR tepatnya di Komisi III yang membidangi masalah hukum.

Namun, setelah ditetapkan sebagai pesakitan namanya menjadi tranding topic bahkan mungkin super tranding topic.

Lulusan Fakultas Hukum Universitas Brawijaya ini dijerat KPK  terkait kasus dugaan gratifikasi dalam proses penanganan perkara bantuan daerah, tunggakan dana bagi hasil, dan penyertaan modal sejumlah badan usaha milik daerah di Provinsi Sumatera Utara.

Kasus ini merupakan pengembangan dari kasus yang menimpa Gubernur Sumatera Utara nonaktif Gatot Pujo Nugroho dan istrinya, Evy Susanti. Sebelumnya KPK sudah menjerat Ketua Mahkamah Partai Nasdem OC Kaligis dalam kasus yang sama.

Patrice yang lahir di Padang Lebong, 16 April 1969 sangat populer di Bengkulu. Sebelum berkiprah di Partai Nasdem yang terkenal dengan "Restorasi"-nya, Patrice lebih dulu menjadi politisi Partai Amanat Nasional (PAN).

Patrice pernah menjadi Ketua DPW PAN Provinsi Bengkulu dan pernah menjadi Wakil Ketua DPRD Provinsi Bengkulu periode 2004-2009.

Pada Pemilu 2009, Patrice sebenarnya berhak melenggang ke Senayan dari PAN. Namun anehnya, Patrice yang mendapat jatah satu kursi dan berada di urut nomor satu disalip caleg PAN nomor urut dua. Belakangan kasus tersebut dikenal sebagai skandal alias mafia Pemilu.

Kini, Patrice yang baru satu tahun di Senayan dan belum banyak berkiprah harus tersungkur gara-gara dugaan korupsi. Ada yang bilang Patrice adalah 'korban' agar tidak menyentuh level lebih tinggi. Hanya Patrice, Surya Paloh dan KPK yang tahu.




BIODATA

Nama: Patrice Rio Capella
Tempat/Tgl. Lahir: Lebong, 16 April 1969

Pendidikan:

S1 Hukum Universitas Brawijaya Malang

Organisasi:

  • Ketua DPD KNPI Bengkulu periode 1997-2000
  • Ketua Fraksi PAN DPRD Provinsi Bengkulu periode 2002-2004
  • Wasekjen DPP KNPI periode 1999-2002

Karier:

  • Pegawai Negeri Sipil Pemda Provinsi Bengkulu tahun 1995 – 1999
  • Direktur CV Citra Mandiri Perkasa tahun 1993 – 1995

Politik:

  • Mendirikan Partai Amanat Nasional (PAN) Bengkulu 1999-2000
  • Bendahara DPW PAN Bengkulu tahun 1999–2000. Kemudian dia terpilih
  • Anggota DPRD Provinsi Bengkulu 1999-2004 dan 2004-2009
  • Calon wakil gubernur Bengkulu berpasangan dengan Kol. Inf. Muslihan tahun 2005
  • Caleg DPR RI dari PAN (suara sangat signifikan namun kandas karena skandal di dalam partai)
  • Wasekjen DPP PAN periode 2010-2015
  • Bergabung dengan ormas Nasional Demokrat (Nasdem)
  • Sekjen DPP Partai Nasdem dari 25 Januari 2013 – 15 Oktober 2015
  • Anggota Komisi III DPR hingga 15 Oktober 2015

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.