Ads Top

Oni Suwarman, Sosok Kabayan di Senayan

APA bedanya komedian dengan senator? Ehm, ternyata nggak ada bedanya. Yang ada malah sama-sama lucu dan gokil menghadapi masalah pelik yang dihadapi para politisi yang ‘terlalu serius’.

Tapi harap dicatat. Ini tidak berlaku bagi semua senator atau politisi. Paling tidak ini hanya berlaku bagi Oni Suwarman, anggota DPD asal Jawa Barat.

Isu pergantian personel anggota kabinet alias reshuffle bagi Oni, dianggap tidak terlalu penting bagi masyarakat. Isu itu hanya bikin gaduh dan membuat bangsa ini tidak stabil.

“Buat saya khususnya, lebih penting nonton Persib dan mendapatkan sembako murah untuk hari Raya Idulfitri daripada reshuffle kabinet,” kata Oni dalam diskusi bertajuk Dampak Isu Reshuffle di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (1/7).

“Jangan-jangan harga pun menjelang Lebaran ini ikut-ikutan di-reshuffle,” candanya kemudian.

Dasar tukang heuruey, Oni menjadi pemecah diskusi yang di antaranya menampilkan narasumber serius seperti mantan Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso dan juga politisi PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari.

Peraih 2.167.485 suara ini beberapa kali bikin peserta diskusi terpingkal-pingkal. Logat sunda dan juga penampilannya yang mirip si Kabayan sudah bikin orang mesem-mesem.

“Bagi saya reshuffle itu adalah sesuatu yang tidak terduga. Bisa saja Mas Priyo menjadi menteri BUMN atau Mbak Eva jadi menteri Hukum dan HAM dan saya jadi menkonya,” celetuknya mengundang tawa.

Oni Suwarman atau akrab disapa Oni SOS lahir di Subang, 5 Maret 1978. Oni memiliki misi mengangkat budaya Sunda yang menurutnya saat ini masih minim promosinya dibandingkan dengan kebudayaan lain.

Oni mengagumi sosok Kabayan yang merupakan representasi warga Jabar yang diakuinya memiliki sifat jujur dan niat yang baik. Tabiat yang kini sudah jarang ditemui di antara wakil rakyat. Sebagai wakil rakyat, ayah dua anak ini berjanji akan lebih banyak turun ke lapangan. Itu dilakukan untuk pemetaan pembangunan infrastruktur di desa yang kebanyakan ditelantarkan. Justru, dengan adanya keterwakilan daerah itu wakilnya ikut berjuang demi pemerataan pembangunan yang sangat diidamkan masyarakat.

Selain itu, keinginan untuk mengerjakan sesuatu yang mewakili masyarakat itu pun diwujudkan dengan membentuk suatu organisasi kepemudaan. Dengan lembaga yang mewadahi para nonoman Sunda itu diberdayakan potensi yang dimiliki setiap anak muda. Impian itu bukan hanya isapan jempol belaka, sebab sejauh ini dia memiliki jaringan yang luas.

"Generasi muda akan diberdayakan di sektor ekonomi kreatif. Dengan banyaknya generasi muda yang ngaronjatkeun seni budaya itu mereka akan lebih cinta Tanah Air, cinta ka lemah cai," tutur suami dari Laina Rafianti, dosen spesialis Hak Kekayaan Intelektual Universitas Padjadjaran Bandung. 

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.