Ads Top

Nyi Lurah Martosentono, Batik dan Keraton Yogyakarta

BATIK dan Keraton Yogyakarta tak bisa dipisahkan. Saat ini terdapat 10 wanita pembatik yang karyanya digunakan untuk keluarga Keraton Yogyakarta. Salah seorang di antaranya yakni Nyi Lurah Martosentono yang kini telah berusia 80 tahun.

"Sudah membatik sejak kecil. Umur 13 tahun sudah mbatik diajari orang tua. Baru umur 25 masuk Keraton, menjadi abdi dalem," ujar Martosentono, saat ditemui detikcom di Tamanan Keraton Yogyakarta, Senin (28/9/2015).

Tamanan terletak di antara kawasan wisata Keraton Yogyakarta yang dibuka untuk umum dan Keraton Kilen yang merupakan tempat tinggal raja.

Dengan bahasa Jawa halus, Martosentono menceritakan ada 8 pembatik Keraton Yogya. Mereka membatik secara bergiliran.

"Tidak hanya untuk keluarga Keraton, kami mbatik untuk dijual juga ke toko-toko batik," imbuhnya.

Lalu, apa motif batik favorit Sri Sultan Hamengku Buwono X?

Sambil tersenyum, Martosentono menjawab, sang Raja mengenakan batik dengan beragam motif. Tidak terpaku pada satu motif saja.

"Saya bikinnya yang parang-parang saja (untuk Sultan)," kata wanita yang mengenakan kebaya biru cerah ini sambil tersenyum.

Martosentono sempat menunjukkan batik tulis karyanya yang bermotif Parijoto buatannya. Butuh 3 bulan untuk seluruh proses pembuatan kain batik ini.

"Yang ini harganya Rp 500 ribu," tuturnya sambil menggelar kain batik dengan motif berwarna cokelat tua tersebut.


Sumber: detik.com

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.