Ads Top

Indah Kurnia, Mulanya Menyanyi

PENAMPILANNYA selalu fresh dan energetik. Rambut pendeknya sangat khas. Ini juga mungkin yang menyebabkan orang yang baru melihatnya banyak salah sangka. Indah dianggapnya masih seperti anak kuliahan. "Padahal aku ini sudah punya cucu," kata Indah suatu waktu.

Indah termasuk yang sangat rajin dan aktif dalam rapat di Komisi XI. Penguasannya soal perbankan cukup mumpuni. Maklum sebagian besar kariernya dihabiskan di dunia perbankan. Jabatan terakhirnya sebagai Pimpinan BCA Tunjungan Surabaya, Jawa Timur.

"Saya direkrut BCA bukan karena saya memiliki latar belakang pendidikan di perbankan, tapi BCA mencari penyanyi untuk dijadikan karyawan," kata Indah.

Kok bisa? Indah ternyata bergabung dengan BCA bukan lewat jalur seleksi karyawan biasa. Alumnus SMA 5 Surabaya itu masuk menjadi karyawan lewat jalur prestasi bersama calon karyawan lainnya seperti dari bidang olahraga dan musik. "Kalau BCA mengajarkan karyawan menyanyi kan membutuh waktu yang lama, tapi dengan merekrut penyanyi, BCA hanya membutuhkan waktu seminggu untuk melatihnya bekerja menghitung uang," terangnya sambil tertawa.

Dunia perbankan tidak hanya membentuk etos kerja dan karier profesional tetapi juga keberpihakan. Indah terus mendorong agar perbankan nasional menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Malah Indah juga mendorong perbankan nasional untuk ekspansi ke luar negeri. "Tapi kita terbentur resiprokal," katanya.

Perbankan nasional, kata Indah, sangat sulit membuka cabang di luar negeri. Sementara perbankan asing sangat mudah membuka cabangnya di Indonesia. "Karena itu RUU Perbankan menjadi sangat penting dan harus berpihak kepada perbankan nasional," ujarnya.

Indah juga terus mengawal RUU ini, agar tidak menyimpang. Misalnya Indah terus mendorong agar perbankan asing berbadan hukum Indonesia seperti perseroan terbatas. "Ini sangat penting agar mereka memiliki CAR, misalnya," kata mantan Manajer Persebaya tahun 2006 dan 2008 ini.

Indah tak lantas melupakan dunia menyanyi. Dunia yang telah digelutinya sejak tahun 70-an sebagai penyanyi cilik. Karena itu untuk menabalkan eksistensinya dalam bidang tarik suara ini, sebelum menjadi anggota DPR, Indah sempat mencatatkan namanya di Museum Rekor Indonesia (Muri) sebagai orang Indonesia yang membawakan lagu terbanyak tanpa teks.

Indah nyanyi lima hari berturut-turut di Surabaya di empat tempat masing-masing Balai Pemuda, Atrium ITC, Atrium Mal Galaxy, dan Le-Ballroom Pakuwon City (PTC) bertepatan dengan ulang tahun ke-714 Kota Surabaya. Lagu yang dinyanyikan disesuaikan, yaitu 714 lagu. Dimulai dari lagu Persembahan (Bing Slamet) dan diakhiri Hip-Hip Hura (Adjie Sutama).

Luar biasa!

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.