Ads Top

Emilia Contessa, Pernah jadi Singa Panggung Asia

NAZAR (bukan inisial dari Nazaruddin yang masih muda doyan korupsi), galib dilakukan oleh siapa saja. Umumnya ketika seseorang punya hajat yang sudah dirindukan dan juga diperjuangkannya sejak lama. Cuma masalahnya nazar itu ada yang unik, nyeleneh, biasa saja atau bahkan ngawur....

Entah masuk jenis nazar apa yang sejak dilantik menjadi anggota DPD RI dari daerah pemilihan Jawa Timur, Emilia Contessa, langsung bernazar tidur malam tetap menggunakan pin DPD. Soprano yang ditasbihkan majalah Asia Week sebagai Macan Panggung Asia ini benar-benar tidur pulas dengan pin yang menandakan sebagai pejabat negara tersebut.

Emilia Contessa tidur pulas bisa jadi karena memang capek setelah sekian lama kampanye dan juga mengikuti pelantikan di Kompleks Parlemen, Jakarta. Bisa jadi karena begitu bahagia yang tak terhingga setelah menjadi senator dan rutinitasnya kini berkantor di Senayan.

Bagaimana kabarnya Emilia Contessa sekarang? Rupanya pemeran utama film "Brandal Brandal Metropolitan" ini sudah melupakan nazarnya. “Nggak lama-lama nazarnya. Yang penting saya sudah penuhi,” katanya sambil terkekeh. “Nazar bagi saya itu adalah pelecut agar tetap semangat dalam memperjuangan cita-cita dan harapan yang baik.”

Emilia pertama kali menggunakan nama Contessa ketika diperkenalkan pertama kali di TVRI oleh Chris Pattikawa. Dengan nama baru itu, Emilia yang pernah dinobatkan Majalah New York Time sebagai satu dari lima aktris terpopuler di dunia, melejit tidak hanya sebagai penyanyi juga membintangi film

Belasan film dibintanginya, antara lain "Ratapan Anak Tiri", "Tetesan Air Mata Ibu" dan "Senja di Pantai Losari". Emil juga pernah dinobatkan jadi Ratu Foto Model oleh Persatuan Wartawan Indonesia pada tahun 1972.

Emilia Contessa sudah tidak muda lagi. Tapi kalau untuk suaranya yang khas tidak pernah pudar. Karakternya masih seperti dulu ketika merajai panggung musik Indonesia bahkan kawasan.

“Saya masih bernyanyi untuk tetap memelihara kualitas vokal. Bukan di televisi tapi dalam acara-acara keluarga atau mungkin kalau ada kesempatan saya bisa bernyanyi dalam acara di DPD,” kata pemilik album Bunga Angrek yang berduet dengan Broery Marantika. “Suara saya masih merdu, loh.”

Oke, deh.



BIODATA


Nama lahir: Nur Indah Citra Sukma Munsyi
Nama lain: Emilia Hasan, Emilia Bin Hasan Ali
Tempat/Tgl. Lahir: Banyuwangi, 27 September 1957

Filmografi

  • Brandal-Brandal Metropolitan (1971)
  • Tanah Gersang (1971)
  • Dalam Sinar Matanya (1972)
  • Pelangi di Langit Singosari (1972)
  • Perkawinan (1972)
  • Takkan Kulepaskan (1972)
  • Dosa di Atas Dosa (1973)
  • Akhir Sebuah Impian (1973)
  • Tokoh (1973)
  • Perempuan (1973)
  • Aku Mau Hidup (1974)
  • Calon Sarjana (1974)
  • Pilih Menantu (1974)
  • Ratapan Anak Tiri (1974)
  • Tangisan Ibu Tiri (1974)
  • Tetesan Air Mata Ibu (1974)
  • Benyamin Raja Lenong (1975)
  • Senja di Pantai Losari (1975)
  • Memble Tapi Kece (1986)

Album

  • Yatim Piatu
  • Sudah Kucoba
  • Masa depan
  • Burung Sangkar
  • Katakanlah
  • Untuk Apa
  • Malam Yang Dingin
  • Pak Ketipak Ketipung
  • Mimpi Sedih
  • Sio Mama
  • Hitam Manis
  • Penasaran
  • Bimbi
  • Kegagalan Cinta
  • Main Tali
  • Penghibur Hati (duet dengan Benyamin Sueb)
  • Setangkai Bunga Anggrek (duet dengan Broery Marantika)
  • Nasib Pengembara (duet dengan Broery Marantika)
  • Layu Sebelum Berkembang (duet dengan Broery Marantika)
  • Samudera Shalawat (2000)

Politik

  • Calon Bupati Banyuwangi periode 2010-2015
  • Anggota DPD RI 2014-2019

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.