Ads Top

Arzetti Bilbina, Heboh Selingkuh

BARU beberapa bulan Arzetti Bilbina menjadi anggota Dewan lewat pergantian antar waktu (PAW) langsung menggebrak dan menjadi sumber perburuan jurnalis dan pewarta infotainmen. Sayang, pemilik nama lengkap Arzetti Bilbina Huzaimi itu diburu bukan lantaran tugas dan kewenangannya sebagai wakil rakyat melainkan karena isu miring, selingkuh dengan seorang perwira menengah TNI. Duh.

Apa jawaban Arzeti perihal perselingkuhannya? "Ndak benar itu, Mas. Itu hoax," kata politikus Partai Kebangkitan Bangsa itu, Senin (26/10/2015).

Mantan model kelahiran  Lampung, 4 September 1976 dilantik menjadi anggota DPR karena menggantikan Imam Nachrowi. Imam harus melepas keanggotaannya sebagai anggota Dewan lantaran didapuk Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga.

Arzetti seperti ditulis Tempo.co, dikabarkan digerebek bersama Komandan Komando Distrik Militer Letnan Kolonel Kavaleri Rizki Indra Wijaya di Hotel Arjuna, Lawang, Kabupaten Malang, pada Minggu, 25 Oktober 2015, sekitar pukul 14.00. Penggerebekan itu juga konon dilakukan atas sepengetahuan suami Arzetti, Aditya Setiawan Wicaksono atau Didit, yang merupakan anak seorang purnawirawan perwira tinggi TNI.

Kendati sudah menjadi wakil rakyat, Arzetti yang juga Duta ASI sejak 2005 ini tetap tak terpisahkan dari dunia model. Pemilik Zema Artist Management ini misalnya baru-baru ini menjaring dan mendidik talenta-talenta baru di sejumlah daerah di antaranya di Solo, Jawa Tengah. Menurut perempuan berdarah Minangkabau ini, talenta muda dan bakat hebat tidak hanya ada di kota-kota besar tetapi banyak anak-anak berbakat di kota-kota kecil.

Arzetti yang sempat digadang-gadang PKB menjadi saingan Tri Rismaharini dalam pilkada di Kota Surabaya, sebenarnya anggota Dewan yang tidak hanya mengandalkan keartisan dan popularitasnya sebagai anggota DPR. Arzetti yang dikenal sebagai presenter, bintang film dan pemain sinetron ini juga cukup serius membekali dirinya untuk menjadi penyambung lidah konstituennya yang meliputi Kota Surabaya dan Sidoarjo.

Dalam pandangan Arzetti, tidak cukup hanya berbekal sarjana untuk menjadi wakil rakyat yang serius. Karena itu anggota Komisi VIII ini mengambil master di Universitas Nasional (Unas) dengan konsentrasi Ekonomi Kreatif. "Saya mengambil implementasi ekonomi kreatif. Ekonomi kreatif itu sebenarnya tidak membutuhkan anggaran negara. Misalnya Kota Bandung itu memiliki gift culture dan budayanya," ujar penulis tesis bertajuk "Implementasi Ekonomi Kreatif pada Kota Bandung" ini.

Dengan gelar masternya, Arzetti berharap ilmunya tidak hanya dapat diterapkan dalam keseharain di DPR tetapi juga dapat bermanfaat untuk kalangan artis dan pelaku ekonomi kreatif. "Kreatifitas itu mahal harganya. Dan negara kita itu sangat kaya dengan warisan budaya, kuliner dan juga kreatifitas anak muda yang bisa memiliki nilai tambah dengan pendekatan ekonomi kreatif," kata salah satu bintang dalam film "Tenggelamnya Kapal Van der Wijck" ini.

Lalu, bagaimana isu perselingkuhan Arzetti selanjutnya yang terus menggelinding seperti bola panas? Tunggu saja karena Arzetti sampai saat ini masih sibuk menepisnya dengan menggelar sejumlah jumpa pers.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.